STRATEGI PEMASARAN HASIL PERIKANAN: SEBUAH PENGANTAR

Oleh: Ade Rusman

Hasil produksi perikanan dapat dikelompokan  ke dalam dua kelompok besar, yaitu bahan mentah dan bahan konsumsi. Sebagai bahan mentah produksi perikanan dapat dibeli oleh produsen (pabrik atau usaha pengolahan untuk diolah menjadi barang jadi, misalnya ikan kalengan, aneka ikan olahan, tepung ikan, dan sebagainya). Sebagai bahan konsumsi akan dibeli oleh konsumen akhir (household consumer, restoran, dll). Produk perikanan dan kelautan termasuk barang yang mudah rusak (perishable good), maka sangat memerlukan strategi pemasaran yang berbeda dengan produk barang maupun jasa pada umumnya.

Persepsi atau image masyarakat terhadap produk-produk perikanan berbeda-beda atau sangat beragam dibandingkan dengan produk lain pada umumnya, antara lain: jika makan ikan alergi, ikan baunya amis, ikan banyak durinya, ikan mahal harganya, ikan rumit memasaknya, ikan hanya bisa atau paling enak digoreng. Image masyarakat terhada produk perikanan masih demikian kurang bagus, maka diperlukan  strategi pemasaran yang dapat merubah image tersebut, sehingga kendala pemasaran produk perikanan dan kelautan dapat diatasi.

Pemasaran adalah sangat penting dalam semua kegiatan yang menghasilkan barang atau jasa. Pemasaran berasal dari kata pasar dimana pengertian pasar merupakan tempat terjadinya transaksi jual beli dengan pembeli dan penjual. Di dalam pasar terdapat pasar kongkrit dan pasar abstrak. Pasar kongkrit adalah tempat dimana permintaan dan penawaran barang berkumpul dan bertemu (contoh, pasar benih ikan), sedangkan pasar abstrak keseluruhan permintaan dan penawaran yang berhubungan satu sama lain.

Menurut Kotler (2002) pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.

Berdasarkan definisi tersebut, proses pemasarn dimulai dari menemukan apa yang diinginkan konsumen. Semua ini tidak terlepas dari konsep marketing yang paling besar,  yaitu berusaha memproduksi produk/jasa untuk memenuhi selera konsumen (value based), baik yang bersifat Tangible maupun intangible.

Dalam pemasaran hasil perikanan, perlu diperhatikan ciri-ciri dari produk perikanan yaitu (Hanafiah dan Saefuddin, 1986; Abidin, Harahab dan Asmarawati, 2021):

  1. Produk perikanan bersifat musiman. Produksi hasil perikanan hanya dapat dihasilkan pada musim-musim tertentu, jauh berbeda dengan produk-produk industri yang dapat dihasilkan setiap waktu. Tetapi sekarang dengan teknologi yang baru sudah mulai dikembangkan usaha-usaha produksi dengan harapan hasilnya akan mampu memenuhi permintaan konsumen. Salah satu usaha peningkatan produksi di bidang perikanan adalah usaha budidaya seperti peternakan dan pembesaran ikan.
  2. Produk perikanan tidak bisa dihasilkan di sembarang tempat. Produk hasil perikanan hanya dihasilkan di daerah-daerah yang berhubungan dengan wilayah perairan, baik perairan laut maupun perairan darat. Produksi yang dilakukan oleh nelayan dan petani ikan terpencar di daerah-daerah dimana perairan, tanah dan iklimnya memberi kemungkinan cocok untuk berproduksi dan kadang-kadang lokasinya sangat jauh dari pusat-pusat konsumsi atau pasar. Dengan tidak dapat diproduksi disembarang tempat, maka diperlukan juga aktifitas pengangkutan dan pendistribusian yang tepat untuk mengantarkan produk perikanan dari daerah produsen ke daerah konsumen.
  3. Produk perikanan bersifat segar dan mudah rusak. Kesegaran produk perikanan yang dihasilkan nelayan atau petani ikan biasanya tidak dapat bertahan lama setelah ditangkap, hal itu mengakibatkan produk tersebut harus dijual secepatnya. Apabila terjadi keterlambatan dalam penanganan produk segar ini, maka akan menurunkan kualitas dan mutu sehingga dikhawatirkan harganya pun akan menjadi turun. Dengan sifat mudah rusak, maka perlu menjadi perhatian yang serius baik nelayan maupun lembaga-lembaga pemasaran yang ikut terlibat didalamnya.
  4. Jumlah atau kualitas hasil perikanan dapat berubah-ubah. Jumlah dan kualitas dari hasil perikanan tidak selalu tetap, tetapi berubah-ubah dari tahun ke tahun. Ada tahun-tahun dengan jumlah dan kualitas hasil perikanan baik dan ada pula tahun-tahun dengan jumlah dan kualitas hasil perikanan merosot, karena sangat tergantung pada keadaan cuaca serta kondisi perairan.
  5. Produk perikanan merupakan bahan dasar. Berbagai produk perikanan sebagian besar merupakan bahan dasar, yang dapat diproses lebih lanjut menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi. Berbagai usaha untuk memperoleh nilai tambah dapat dilakukan, apalagi jika dikaitkan dengan penyerapan tenaga kerja misalnya dalam bentuk agroindustri perikanan dengan pertimbangan mana yang lebih menguntungkan dan mempunyai prospek pasar yang lebih baik. Pemasaran hasil perikanan meliputi berbagai aktivitas yang dilakukan mulai dari pengadaan sarana produksi, produksi, pengolahan pasca panen serta bagaimana pemasaran bisa dilakukan. Tanpa kegiatan pemasaran maka produk perikanan yang dihasilkan akan menjadi barang yang tidak bermanfaat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *