PENJUALAN PRODUKSI AKUAKULTUR TAHUN 2020 CAPAI 186 TRILIUN RUPIAH, YAKIN GA MAU MASUK AKUAKULTUR UMP LEWAT BEASISWA AKUATIK? MASIH ADA PENDAFTARAN GELOMBANG 3!

Beasiswa Akuatik bagi Mahasiswa Akuakultur UMP

Populasi manusia meningkat 100% dalam jangka waktu 1955-1999 dan meningkat lebih dari 20% dalam satu dekade terakhir[1]. Dan akuakultur memiliki sejarah panjang secara signifikan dalam memenuhi kebutuhan protein yang tinggi sejalan dengan meningkatnya populasi manusia. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya produksi akuakultur selama satu dekade yaitu dari 68,8 juta ton pada tahun 2008 menjadi 114,5 juta ton pada tahun 2018.[2] Peningkatan hasil produksi akuakultur lebih dari 66% tersebut jauh melesat melebihi hasil produksi pertenakan dan perikanan tangkap.

Peningkatan lebih dari 60% tersebut terdiri dari 82,1 juta ton hewan akuatik (ikan, udang, lobster, dsb); 32,4 juta ton alga (rumput laut, spirulina, dsb) dan 26 ribu ton kerang hias dan mutiara. Produksi hewan akuatik akuakultur meningkat setiap tahunnya dengan rata-rata 5,1%. Dari jumlah hasil produksi tersebut estimasi hasil produksi akuakultur adalah 250 miliar USD dari 401 miliar dolar jumlah hasil produksi perikanan global (FAO, 2020). Indonesia sendiri hasil dari produksi akuakultur mencapai 15,37 juta ton pada tahun 2020 dan pada tahun 2024 KKP menargetkan menjadi 20,65 juta ton senilai 250 triliun rupiah.[3]

Peluang emas ini seharusnya tidak disia-siakan generasi muda saat ini. Peluang akuakultur dalam memenuhi pangan dunia ini membuka banyak lapangan pekerjaan di sektor swasta maupun sebagai ASN bahkan sekarang sudah banyak bermunculan start up di bidang akuakultur. Buat yang ingin menyelami dunia akuakultur lebih dalam, kamu bisa bergabung dengan akuakultur UMP. Akuakultur memfasilitasi mahasiswa dan dosen bersama-sama melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Tidak hanya ilmu dan wawasan kita yang bertambah dalam belajar di S1 Akuakultur UMP tetapi kita juga berdampak untuk masyarakat. Jiwa entreprenur mahasiswa juga akan diasah dan difasilitasi dengan terjun langsung membudidayakan ikan skala kecil dari planning hingga pemasaran.

Jadi, tunggu apa lagi?? Buruan bergabung dengan S1 Akuakultur UMP! Masih ada kesempatan di Gelombang ke-3 sampai 31 Agustus 2022! Agar lebih hemat jangan lupa pakai jalur beasiswa ya..!! Daftar langsung ke sini https://online.pmb.ump.ac.id/


[1] https://www.worldometers.info/world-population/

[2] https://data.worldbank.org/indicator/ER.FSH.AQUA.MT

[3] https://investor.id/business/267282/2024-nilai-produksi-perikanan-budidaya-capai-rp-250-triliun

GREEN WATER SYSTEM

Oleh M. Azharul Rijal (Dosen Akuakultur UMP)

Green water system merupakan teknologi air hijau untuk menjaga ke stabilan lingkungan budidaya. Kesetabilan lingkungan budidaya ini diperoleh dari mempertahankan dominansi plankton. Dominansi dari plankton ini akan menjadi kesetabilan air dengan mempertahankan kehidupan plankton dan mikroba yang menguntungkan di dalam sistem budidaya. Jenis plankton yang terdapat pada sistem ini umum nya adalah Chorella sp dan Spirulna sp.

Pemanfaatan dua jenis planton ini pada dasarnya melalui proses fotosistesis yang dilakukan oleh golongan phytoplankton tersebut. Salah satu manfaat dari penggunaan green water sistem adalah mengurangi kadar ammoniak dalam kolam budidaya. Disebutkan dalam sebuah riset, bahwa ada nya kolerasi antara fitoplankton dengan bakteri nitrifikasi pada perairan yang dapat menekan kadar ammnonik pada kolam budidaya.

Kelebihan kadar ammnoniak pada kolam budidaya dapat menyebabkan beberapa kerugian pada proses budidaya. Kerugian tersebut terdapat pada terganggunya sistem kesehatan ikan, dapat memperlambat pertumbuhan, pengurangan kekebalan tubuh terhadap infeksi pathogen dan penyakit, serta konversi yang buruk. Konversi pakan yang buruk ini dapat menyebabkan ikan gagal tumbuh dengan sempurna.

Permasalah permasalah itu dapat dikurangi dengan penggunaan sistem green water pada kolam budidaya. Penggunaan kolam green water juga digunakan oleh banyak pembudidaya ikan, salah satu contoh nya adalah Purnomo, S.Pi., M.Si. Beliau menuturkan bahwa penggunaan green water sistem ini dapat membantu para pembudidaya Gurami di wilayah Banyumas. Purnomo S.Pi., M.Si menuturkan bahwa proses pemijahan ikan Gurami mengalami sintasan hidup yang besar dapat mencapai 99%. Dari sekitar 3000 telur ikan yang berhasil memijah hanya terdapat 10 telur yang gagal menetas dan terfertilisasi. Selain meningkatkan sintasan telur Gurami, sistem green water milik Purnomo ini mampu menghasilkan pakan alami lain yaitu Moina sp. Atau kutu air. Kutu air ini sangat penting untuk proses pendederan post larva. Sebagai bahan pakan alami yang sangat dibutuhkan untuk pakan yang sesuai dengan bukaan mulut. Sistem budidaya green water ini sangat menguntungkan ramah lingkungan dan dapat menjawab tantangan untuk pencegahan permasalahan pemijahan dan pembesaran Gurami di Barlingmascakeb dan Indonesia secara luas pungkasnya.

Purnomo S.Pi., M.Si, alumni S1 Akuakultur UMP

Purnomo. S.Pi., M.Si sendiri merupakan alumi Program Studi Akuakultur Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Beliau sekarang menjadi satgas Pengkajian dan Pengembangan Tekonologi Perikanan di UPT BIAT Kutasari Purbalingga.

Ayo bergabung dengan Prodi Akuakultur FPP UMP mengembangkan budidaya perikanan yang ramah lingkungan dan bertekonologi.

PRODI AKUAKULTUR UMP MENDAPATKAN HIBAH DARI KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM AKUAKULTUR BERBASIS KEARIFAN LOKAL YANG TERINTEGRASI DAN RAMAH LINGKUNGAN

Oleh Suwarsito, S.Pi., M.Si (Kaprodi Akuakultur)

Program Studi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Purwokerto memperoleh hibah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia berupa 12 unit kolam bundar berdiameter 3 meter dan tinggi 1,2 meter yang dilengkapi dengan sistem aerasi dan bangunan green house. Tujuan pemberian hibah tersebut agar Universitas Muhammadiyah Purwokerto berperan dalam pengembangan teknologi budidaya ikan sistem bioflok guna berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan produksi ikan budidaya nasional. Kolam-kolam bioflok terletak di area yang luasnya kurang lebih 2 hektar yaitu di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian dan Perikanan Desa Karangsari, Kecamatan Kembaran, Banyumas

Selanjutnya, kolam budidaya dari hibah Kementerian Kelautan dan Perikanan dikembangkan untuk kegiatan pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kewirausahaan bagi mahasiswa. Kegiatan pengajaran berupa praktikum beberapa mata kuliah di Program Studi Akuakultur. Kegiatan penelitian dilakukan oleh dosen bersama dengan mahasiswa dengan berbagai topik penelitian terbarukan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui kegiatan pelatihan budidaya ikan untuk masyarakat umum. Kegiatan yang tidak kalah menariknya adalah kewirausahaan dilakukan oleh mahasiswa untuk melatih berwirausaha dalam bidang budidaya ikan dibawah bimbingan dosen Program Studi Akuakultur. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori tentang analisis kelayakan usaha tetapi juga mulai mempraktikkannya meski dengan skala budidaya yang kecil.

Segala aktivitas yang dilakukan di kolam budidaya ikan tersebut diarahkan untuk mengembangkan sistem akuakultur berbasis kearifan lokal yang terintegrasi dan ramah lingkungan. Beberapa kegiatan penelitian berbasis kearifan lokal yang ramah lingkungan telah dilakukan di kolam tersebut antara lain adalah:

  1. Kegiatan penelitian dengan memanfaatkan buah mengkudu yang telah difermentasi yang ditebar secara rutin dalam media budodaya ikan telah dilakukan oleh mahasiswa. Hasilnya, kualitas air media budidaya ikan menjadi lebih baik dilihat dari kandungan ammonia dan nitrat dalam media bdidaya ikan yang kadarnya rendah. Pertumbuhan dan kelulushidupan ikan meningkat.
  2. Penelitian penggunaan ekstrak bawang merah dan kunyit untuk meningkatkan imunostimulan ikan lele telah dilakukan oleh dosen program Studi Akuakultur.
  3. Penelitian penggunaan daun pepaya sebagai pakan tambahan dalam budidaya ikan lele sistem biofloc telah dapat menghemat pemakaian pakan buatan dan meningkatkan efisiensi pakan.
  4. Penelitian penggunaan gedebog pisang dilakukan untuk meningkatkan kelulushidupan benih ikan lele. Kandungan air dalam gedebog pisang dapat berfungsi sebagai anti bakteri, memperbaiki kualitas air, tempat berlindung benih ikan dan sebagai sumber pakan tambahan benih ikan.
  5. Penerapan hasil pembuatan pakan ikan berbahan baku lokal di kolam budidaya sistem biofloc.

Rencana pengembangan ke depan, kolam-kolam budidaya ikan akan dikembangkan terintegrasi dengan sistem panel surya. Sistem panel surya yang dibangun ditujukan untuk mensuplai aliran listrik yang digunakan untuk menggerakkan sistem aerator dan pengatur kestabilan suhu dalam kolam, serta sistem auto feeder otomatis (sistem pemberian pakan secara otomatis). Selain itu, Program Studi Akuakultur juga akan mengembangkan budidaya ikan sistem green water di area Kebun Percobaan Fakultas. Pada tahap selanjutnya, Program Studi Akuakultur akan mengembangkan sistem budidaya ikan yang terintegrasi dengan sistem artificial intelligence sehingga kualitas air, pertumbuhan dan kesehatan ikan dapat terpantau dengan baik sehingga keberhasilan budidaya ikan menjadi lebih tinggi.

Pengembangan Inovasi Produk Olahan Ikan: Komitmen Akuakultur UMP Merealisasikan Program KKP dalam Peningkatan Konsumsi Ikan 2024