Senin, 01 Agustus 2022 FPP Akuakultur UMP dan FPIK Unsoed menandatangani perjanjian kerjasama di FPP UMP. Kolaborasi dua universitas besar di Banyumas ini dilakukan guna meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui kegiatan-kegiatan tridarma perguruan tinggi. Adanya penandatangan kerjasama ini diharapkan dapat meingkatkan SDM yang memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam pengembangan IPTEK dalam setiap kegiatan tridarma perguruan tinggi dan pengembangan bidnag kemahasiswaan.
Penyerahan naskah kerjasama
Pihak FPP UMP ditandatangani oleh Dekan FPP UMP yaitu Ibu Sulistyani Budiningsih, S.P., MP dan pihak Unsoed ditandangani langsung oleh Dekan FPIK yaitu Dr. Ir. H. Isdy Sulistyo, DEA. Turut hadir pula Wakil Dekan III FPIK Unsoed: Bapak Dr. Tjahjo Einanto, M.Si, Wakil Dekan FPP UMP: Anis Shofiyani, S.P, M.P, Kaprodi Akuakultur UMP: Suwarsito, S.Pi, M.Si, dan dosen-dosen baik dari S1 Akuakultur Unsoed maupun S1 Akuakultur UMP.
Penandatangan naskah kerjasama oleh Dekan FPP UMP
Penandatangan kerjasama ini tidak terbatas pada ranah akuakultur saja tetapi juga ranah keilmuan perikanan lainnya. Hal tersebut disepakati dengan disetujuinya pelaksana kerjasama dari pihak Usoed meliputi lima program studi yaitu: Program Studi S1 Manajemen Sumberdaya Perairan, Akuakultur dan Ilmu Kelautan, serta Program Studi S2 Ilmu Kelautan dan Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsoed. Program kerjasama yang akan dilakukan meliputi bidang pendidikan dan pengajaran, pemanfaatan sarana dan prasarana pengembangan riset dan teknologi, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, bidang kemahasiswaan dan bidang-bidang lainyang dipandang perlu. (Dew)
Penandatangan naskah kerjasama oleh Dekan FPIK Unsoed
http://akuakultur.ump.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/Akuakultur1-300x138.png00akuakulturhttp://akuakultur.ump.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/Akuakultur1-300x138.pngakuakultur2022-08-02 04:47:122025-03-05 05:36:33Kolaborasi Peningkatan SDM: FPP Akuakultur UMP Melakukan Kerjasama dengan FPIK Universitas Jendral Soedirman
Kegiatan Publikasi dan Sosialisasi Prodi Akuakultur dilaksanakan pada hari Senin, 27 Juni 2022. Kegiatan ini dilakukan untuk menyampaikan keunggulan-keunggulan, serta sosialisasi kepada siswa dari Jawa Barat terkait Prodi Akuakultur FPP UMP. Kegiatan publikasi ini terlaksana di dua sekolah yaitu MA IPHI Pamaciran, Kabupaten Ciamis dan SMK Muhammdiyah Banjar, Pataruman, Kota Banjar Jawa Barat.
Sosialisasi dengan SMK Muhammdiyah Banjar, Pataruman, Kota Banjar Jawa Barat.
Dalam kegiatan ini Prodi Akuakultur bertemu dengan Kepala Sekolah dan Guru BK dari setiap sekolah, kemudian memaparkan dan mensosialisikan Program Studi Akuakultur, dengan tujuan menambah cangkupan Mahasiswa Baru Prodi Akuakultur FPP UMP yang berasal dari Jawa Barat bagian Selatan. Prodi S1 Akuakultur UMP memiliki kekhasan tersendiri daripada Akuakultur di kampus lain. Prodi Akuakultur UMP merupakan program studi yang modern dan Islami dalam mengembangkan teknologi akuakultur terintegrasi yang ramah lingkungan serta berkearifan lokal. (IP)
Sosialisasi dengan MA IPHI Pamaciran, Kabupaten Ciamis
https://akuakultur.ump.ac.id/wp-content/uploads/2022/08/Picture3.jpg485862akuakulturhttp://akuakultur.ump.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/Akuakultur1-300x138.pngakuakultur2022-08-02 03:05:222025-03-05 05:44:41Publikasi dan Sosialisasi Prodi Akuakultur UMP ke Jawa Barat
Selasa, 28 Juni 2022, Fakultas Pertanian dan Perikanan UMP melakukan Penandatanganan Surat Perjanian Kerjasama (SPK) dengan UPTD BBIAT Kutasari Purbalingga. UPTD Balai Benih Ikan Air Tawar mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan Dinas Perikanan yang bersifat teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang tertentu dalam melaksanakan kegiatan operasional pembenihan ikan air tawar. Purbalingga mempunyai potensi besar untuk pengembangan budidaya ikan air tawar, dengan luas areal budidaya ikan sebesar 116 hektar.
Dalam Kerjasama ini pihak FPP UMP diwakili oleh Ikhsan Pratama S.Pi., M.Pi selaku dosen dari Prodi Akualkultur dan Bapak Sudarto, S.Pi selaku Kepala Balai UPTD BBIAT Kutasari. Kerja sama ini mencangkup Kerjasama dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, magang/praktek bagi mahasiswa untuk melaksanakan proses pembelajaran MBKM. Kerjasama ini diharapkan dapat menguntungkan dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi kondisi lapang dan menjadi sarana untuk belajar dalam melaksanakan pembelajaran MBKM. Selain itu juga menjadi wadah bagi dosen dalam melakukan tridharma Pendidikan.(IP)
https://akuakultur.ump.ac.id/wp-content/uploads/2022/08/Picture1.jpg793595akuakulturhttp://akuakultur.ump.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/Akuakultur1-300x138.pngakuakultur2022-08-02 02:41:512025-03-05 06:41:27Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama antara Fakultas Pertanian dan Perikanan UMP dengan UPTD BBIAT Kutasari Purbalingga
Populasi manusia meningkat 100% dalam jangka waktu 1955-1999 dan meningkat lebih dari 20% dalam satu dekade terakhir[1]. Dan akuakultur memiliki sejarah panjang secara signifikan dalam memenuhi kebutuhan protein yang tinggi sejalan dengan meningkatnya populasi manusia. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya produksi akuakultur selama satu dekade yaitu dari 68,8 juta ton pada tahun 2008 menjadi 114,5 juta ton pada tahun 2018.[2] Peningkatan hasil produksi akuakultur lebih dari 66% tersebut jauh melesat melebihi hasil produksi pertenakan dan perikanan tangkap.
Akuakultur menjawab kebutuhan pangan dunia
Peningkatan lebih dari 60% tersebut terdiri dari 82,1 juta ton hewan akuatik (ikan, udang, lobster, dsb); 32,4 juta ton alga (rumput laut, spirulina, dsb) dan 26 ribu ton kerang hias dan mutiara. Produksi hewan akuatik akuakultur meningkat setiap tahunnya dengan rata-rata 5,1%. Dari jumlah hasil produksi tersebut estimasi hasil produksi akuakultur adalah 250 miliar USD dari 401 miliar dolar jumlah hasil produksi perikanan global (FAO, 2020). Indonesia sendiri hasil dari produksi akuakultur mencapai 15,37 juta ton pada tahun 2020 dan pada tahun 2024 KKP menargetkan menjadi 20,65 juta ton senilai 250 triliun rupiah.[3]
Peluang emas ini seharusnya tidak disia-siakan generasi muda saat ini. Peluang akuakultur dalam memenuhi pangan dunia ini membuka banyak lapangan pekerjaan di sektor swasta maupun sebagai ASN bahkan sekarang sudah banyak bermunculan start up di bidang akuakultur. Buat yang ingin menyelami dunia akuakultur lebih dalam, kamu bisa bergabung dengan akuakultur UMP. Akuakultur memfasilitasi mahasiswa dan dosen bersama-sama melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Tidak hanya ilmu dan wawasan kita yang bertambah dalam belajar di S1 Akuakultur UMP tetapi kita juga berdampak untuk masyarakat. Jiwa entreprenur mahasiswa juga akan diasah dan difasilitasi dengan terjun langsung membudidayakan ikan skala kecil dari planning hingga pemasaran.
Jadi, tunggu apa lagi?? Buruan bergabung dengan S1 Akuakultur UMP! Masih ada kesempatan di Gelombang ke-3 sampai 31 Agustus 2022! Agar lebih hemat jangan lupa pakai jalur beasiswa ya..!! Daftar langsung ke sini https://online.pmb.ump.ac.id/
https://akuakultur.ump.ac.id/wp-content/uploads/2022/07/BEASISWA-AKUATIK.png33682381akuakulturhttp://akuakultur.ump.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/Akuakultur1-300x138.pngakuakultur2022-07-14 16:14:132025-03-05 06:40:13PENJUALAN PRODUKSI AKUAKULTUR TAHUN 2020 CAPAI 186 TRILIUN RUPIAH, YAKIN GA MAU MASUK AKUAKULTUR UMP LEWAT BEASISWA AKUATIK? MASIH ADA PENDAFTARAN GELOMBANG 3!
Green water system merupakan teknologi air hijau untuk menjaga ke stabilan lingkungan budidaya. Kesetabilan lingkungan budidaya ini diperoleh dari mempertahankan dominansi plankton. Dominansi dari plankton ini akan menjadi kesetabilan air dengan mempertahankan kehidupan plankton dan mikroba yang menguntungkan di dalam sistem budidaya. Jenis plankton yang terdapat pada sistem ini umum nya adalah Chorella sp dan Spirulna sp.
Kolam green water
Pemanfaatan dua jenis planton ini pada dasarnya melalui proses fotosistesis yang dilakukan oleh golongan phytoplankton tersebut. Salah satu manfaat dari penggunaan green water sistem adalah mengurangi kadar ammoniak dalam kolam budidaya. Disebutkan dalam sebuah riset, bahwa ada nya kolerasi antara fitoplankton dengan bakteri nitrifikasi pada perairan yang dapat menekan kadar ammnonik pada kolam budidaya.
Kelebihan kadar ammnoniak pada kolam budidaya dapat menyebabkan beberapa kerugian pada proses budidaya. Kerugian tersebut terdapat pada terganggunya sistem kesehatan ikan, dapat memperlambat pertumbuhan, pengurangan kekebalan tubuh terhadap infeksi pathogen dan penyakit, serta konversi yang buruk. Konversi pakan yang buruk ini dapat menyebabkan ikan gagal tumbuh dengan sempurna.
Kolam bundar green water system
Permasalah permasalah itu dapat dikurangi dengan penggunaan sistem green water pada kolam budidaya. Penggunaan kolam green water juga digunakan oleh banyak pembudidaya ikan, salah satu contoh nya adalah Purnomo, S.Pi., M.Si. Beliau menuturkan bahwa penggunaan green water sistem ini dapat membantu para pembudidaya Gurami di wilayah Banyumas. Purnomo S.Pi., M.Si menuturkan bahwa proses pemijahan ikan Gurami mengalami sintasan hidup yang besar dapat mencapai 99%. Dari sekitar 3000 telur ikan yang berhasil memijah hanya terdapat 10 telur yang gagal menetas dan terfertilisasi. Selain meningkatkan sintasan telur Gurami, sistem green water milik Purnomo ini mampu menghasilkan pakan alami lain yaitu Moina sp. Atau kutu air. Kutu air ini sangat penting untuk proses pendederan post larva. Sebagai bahan pakan alami yang sangat dibutuhkan untuk pakan yang sesuai dengan bukaan mulut. Sistem budidaya green water ini sangat menguntungkan ramah lingkungan dan dapat menjawab tantangan untuk pencegahan permasalahan pemijahan dan pembesaran Gurami di Barlingmascakeb dan Indonesia secara luas pungkasnya.
Purnomo S.Pi., M.Si, alumni S1 Akuakultur UMP
Purnomo. S.Pi., M.Si sendiri merupakan alumi Program Studi Akuakultur Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Beliau sekarang menjadi satgas Pengkajian dan Pengembangan Tekonologi Perikanan di UPT BIAT Kutasari Purbalingga.
Ayo bergabung dengan Prodi Akuakultur FPP UMP mengembangkan budidaya perikanan yang ramah lingkungan dan bertekonologi.
https://akuakultur.ump.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/Screenshot-45.png10801920akuakulturhttp://akuakultur.ump.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/Akuakultur1-300x138.pngakuakultur2022-07-13 13:56:232023-03-07 04:29:11GREEN WATER SYSTEM
Kolam bioflok Hibab KKP dan semua aktivitas tridarma yang dilakukan di dalamnya
Oleh Suwarsito, S.Pi., M.Si (Kaprodi Akuakultur)
Program Studi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Purwokerto memperoleh hibah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia berupa 12 unit kolam bundar berdiameter 3 meter dan tinggi 1,2 meter yang dilengkapi dengan sistem aerasi dan bangunan green house. Tujuan pemberian hibah tersebut agar Universitas Muhammadiyah Purwokerto berperan dalam pengembangan teknologi budidaya ikan sistem bioflok guna berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan produksi ikan budidaya nasional. Kolam-kolam bioflok terletak di area yang luasnya kurang lebih 2 hektar yaitu di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian dan Perikanan Desa Karangsari, Kecamatan Kembaran, Banyumas
Kegiatan tridarma yang dilakukan dalam memanfaatkan kolam bioflok hibah KKP
Selanjutnya, kolam budidaya dari hibah Kementerian Kelautan dan Perikanan dikembangkan untuk kegiatan pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kewirausahaan bagi mahasiswa. Kegiatan pengajaran berupa praktikum beberapa mata kuliah di Program Studi Akuakultur. Kegiatan penelitian dilakukan oleh dosen bersama dengan mahasiswa dengan berbagai topik penelitian terbarukan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui kegiatan pelatihan budidaya ikan untuk masyarakat umum. Kegiatan yang tidak kalah menariknya adalah kewirausahaan dilakukan oleh mahasiswa untuk melatih berwirausaha dalam bidang budidaya ikan dibawah bimbingan dosen Program Studi Akuakultur. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori tentang analisis kelayakan usaha tetapi juga mulai mempraktikkannya meski dengan skala budidaya yang kecil.
Topik riset dosen dan mahasiswa S1 Akuakultut UMP yang telah dilakukan
Segala aktivitas yang dilakukan di kolam budidaya ikan tersebut diarahkan untuk mengembangkan sistem akuakultur berbasis kearifan lokal yang terintegrasi dan ramah lingkungan. Beberapa kegiatan penelitian berbasis kearifan lokal yang ramah lingkungan telah dilakukan di kolam tersebut antara lain adalah:
Kegiatan penelitian dengan memanfaatkan buah mengkudu yang telah difermentasi yang ditebar secara rutin dalam media budodaya ikan telah dilakukan oleh mahasiswa. Hasilnya, kualitas air media budidaya ikan menjadi lebih baik dilihat dari kandungan ammonia dan nitrat dalam media bdidaya ikan yang kadarnya rendah. Pertumbuhan dan kelulushidupan ikan meningkat.
Penelitian penggunaan ekstrak bawang merah dan kunyit untuk meningkatkan imunostimulan ikan lele telah dilakukan oleh dosen program Studi Akuakultur.
Penelitian penggunaan daun pepaya sebagai pakan tambahan dalam budidaya ikan lele sistem biofloc telah dapat menghemat pemakaian pakan buatan dan meningkatkan efisiensi pakan.
Penelitian penggunaan gedebog pisang dilakukan untuk meningkatkan kelulushidupan benih ikan lele. Kandungan air dalam gedebog pisang dapat berfungsi sebagai anti bakteri, memperbaiki kualitas air, tempat berlindung benih ikan dan sebagai sumber pakan tambahan benih ikan.
Penerapan hasil pembuatan pakan ikan berbahan baku lokal di kolam budidaya sistem biofloc.
Rencana pengembangan kolam bioflok hibah KKP
Rencana pengembangan ke depan, kolam-kolam budidaya ikan akan dikembangkan terintegrasi dengan sistem panel surya. Sistem panel surya yang dibangun ditujukan untuk mensuplai aliran listrik yang digunakan untuk menggerakkan sistem aerator dan pengatur kestabilan suhu dalam kolam, serta sistem auto feeder otomatis (sistem pemberian pakan secara otomatis). Selain itu, Program Studi Akuakultur juga akan mengembangkan budidaya ikan sistem green water di area Kebun Percobaan Fakultas. Pada tahap selanjutnya, Program Studi Akuakultur akan mengembangkan sistem budidaya ikan yang terintegrasi dengan sistem artificial intelligence sehingga kualitas air, pertumbuhan dan kesehatan ikan dapat terpantau dengan baik sehingga keberhasilan budidaya ikan menjadi lebih tinggi.
https://akuakultur.ump.ac.id/wp-content/uploads/2022/07/Keluarga-Harmonis.png24003000akuakulturhttp://akuakultur.ump.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/Akuakultur1-300x138.pngakuakultur2022-07-12 13:23:392025-03-05 06:40:19PRODI AKUAKULTUR UMP MENDAPATKAN HIBAH DARI KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM AKUAKULTUR BERBASIS KEARIFAN LOKAL YANG TERINTEGRASI DAN RAMAH LINGKUNGAN
https://akuakultur.ump.ac.id/wp-content/uploads/2022/07/Picture6.jpg968905akuakulturhttp://akuakultur.ump.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/Akuakultur1-300x138.pngakuakultur2022-07-11 08:25:252023-03-08 02:05:43Pengembangan Inovasi Produk Olahan Ikan: Komitmen Akuakultur UMP Merealisasikan Program KKP dalam Peningkatan Konsumsi Ikan 2024
https://akuakultur.ump.ac.id/wp-content/uploads/2022/07/Picture5.jpg639456akuakulturhttp://akuakultur.ump.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/Akuakultur1-300x138.pngakuakultur2022-07-02 07:35:002025-03-05 06:44:30PEMBUATAN PAKAN IKAN BERBAHAN BAKU LOKAL
Tri Darma Perguruan Tinggi merupakan tugas dan fungsi yang harus dijalankan oleh para dosen di Perguruan Tinggi. Berdasar Tri Darma Pertguruan Tinggi, dosen mempunyai tugas dan fungsi untuk melakukan Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Program Studi (Prodi) Akuakultur merupakan prodi baru di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) yang secara struktural berada dibawah Fakultas Pertanian dan Perikanan. Prodi Akuakultur mulai membuka proses belajar mengajar pada tahun ajaran 2021/2022 yang dimulai pada semester I bulan September 2021. Sehingga pada saat bulan Juni 2022, prodi Akuakultur memasuki semester 2 Tahun Ajaran 2021/2022.
Sekalipun prodi Akuakultur masih berusia 1 tahun berjalan, namun proses pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian berlangsung dengan baik. Dalam hal penelitian dan Pengabdian, para dosen di prodi Akuakultur telah menghasilkan cukup banyak hasil-hasil penelitian maupun pengabdian. Hal ini bisa dilihat dari jumlah penelitian dan pengabdian yang diterima para dosen terutama yang bersumber dari dana internal UMP. Jumlah penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh para dosen prodi Akuakultur bisa dilihat pada Tabel 1 & 2.
RESPON REPRODUKSI IKAN NILEM (Osteochilus vittatus) YANG DIBERIKAN PAKAN SUPLEMENTASI TEPUNG SPIRULINA (Spirulina platensis). M.A. Rijal
UMP
2022
4.000.000
2
The Characteristics of Fish Diversity and Age Structure in Pelus River Area Residency of Banyumas – Indonesia. M.A. Rijal
UMP
2021
15.000.000
3
SUPLEMENTASI HERBAL POLISAKARIDA DAN SPIRULINA UNTUK PERTUMBUHAN DAN IMUNITAS IKAN. Cahyono Purbomartono
UMP
2022
20.000.000
4
PERTUMBUHAN DAN RESPON IMUN NON-SPESIFIK BENIH LELE DUMBO YANG DIBERI SUPLEMEN HERBAL DAN REMPAH. Cahyono Purbomartono
UMP
2021
20.000.000
5
Strategi Pengembangan Agrowisata Berbasis Komunitas di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Suwarsito
UMP
2022
10.000.000
6
Dampak Implementasi Pembelajaran MBKM Program Studi Pendidikan terhadap Peningkatan Kompetensi Mahasiswa, Kepuasan Mitra, dan Penguatan Pembelajaran di Sekolah Mitra. Suwarsito
UMP
2021
25.000.000
7
Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Kualitas Dan Potensi Cadangan Air Tanah Di Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Suwarsito
UMP
2021
8.000.000
8
Skrining Bioassay Antibakteri Senyawa Bioaktif Limbah Kulit Pisang, Singkong, dan Nanas yang Berpotensi Sebagai Bakterisida Alami Dalam Pengendalian Bakteri Aeromonas hydrophila Penyebab Penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) pada lkan Air Tawar. Dini Siswani Mulia
UMP
2021
10.000.000
9
Identifikasi Molekuler dan Studi Gen Virulen pada Aeromonas Complex yang Diisolasi dari Lele (Clarias sp.). Dini Siswani Mulia
Pelatihan Budidaya dalam Ember (BUDIKDAMBER) kepada Peserta Didik Madrasah Aliyah Muhammadiyah Purwokerto M.A. Rijal
UMP
2022
3.000.000
2
Pengelolaan Kesehatan Ikan Melalui Pemanfaatan Bahan Alam. Cahyono Purbomartono
UMP
2022
3.000.000
3
Aplikasi SD/MI-preneur Di SD Muhammadiyah Cipete, Cilongok, Banyumas. Cahyono Purbomartono
UMP
2022
4.000.000
4
Penerapan Teknologi BioflokDalam Pembenihan Ikan Patin di MA Miftahussalam. Cahyono Purbomartono
UMP
2021
4.000.000
5
Upaya Pengembangan Agribisnis Berkelanjutan di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Suwarsito
UMP
2022
10.000.000
6
Pemberdayaan Masyarakat Desa Langgar, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga Melalui Pengembangan Beternak Kambing Secara Intensif. Suwarsito
UMP
2021
10.000.000
7
Peningkatan Kemampuan Berwirausaha bagi Siswa SMA Muhammadiyah Boarding School Zam-Zam Cilongok melalui Penerapan Teknologi Budidaya Ikan Sistem Bioflok. Suwarsito
UMP
2021
4.000.000
8
IbM Sosialisasi dan Penyuluhan : Pengelolaan Kesehatan Ikan Melalui Pemanfaatan Bahan Alam. Dini Siswani Mulia
UMP
2021
4.000.000
Tabel 2. Jumlah pengabdian dosen prodi Akuakultur selama Tahun Ajaran 2021/2022
https://akuakultur.ump.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/IMG_8211-scaled.jpg17092560akuakulturhttp://akuakultur.ump.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/Akuakultur1-300x138.pngakuakultur2022-06-25 06:00:002025-03-05 05:59:46KEGIATAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN PROGRAM STUDI AKUAKULTUR FPP UMP
Karena pemasaran adalah salah satu hal sulit yang paling penting yang harus ditangani oleh produsen dan petani ikan, perlu untuk mengembangkan strategi pemasaran yang berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi mereka. Menurut Tim PPM Universitas Negeri Yogyakarta ( 2010), ada beberapa persyaratan dasar minimum dalam mengembangkan strategi pemasaran yang sesuai, sebagai berikut:
Strategi umum
Strategi umum yang digunakan adalah strategi bauran pemasaran yang dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Strategi Produk Hal-hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan strategi produk, yaitu: Pemilihan indukan yang baik; Jujur menyebutkan asal usul bibit; Panen dilakukan dengan mengikuti prosedur pemindahan kolam yang benar.
b. Strategi Harga Hal-hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan strategi harga, yaitu: Mengetahui harga pasaran yang berlaku (dapat diketahui dari cek langsung di pasaran atau melalui internet); Bekerjasama dengan petani lain untuk menjaga harga pasar.
c. Strategi Distribusi Hal-hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan strategi distribusi, yaitu: – Menyediakan produk kepada konsumen pada tempat yang tepat, kualitas yang tepat dan jumlah yang tepat; Agar memiliki daya tawar yang tinggi, petani sebaiknya saling bekerjasama menyediakan stok yang memadai; Sistem pengepakan dan pengiriman yang baik misal gunakan kantong plastik yang cukup besar 20-100 liter, pompakan oksigen hingga 2/3 plastik, perlu membuka plastik secara berkala, kendarai mobil jangan terlalu kencang.
d. Strategi Promosi Hal-hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan strategi promosi, yaitu: Jaringan petani – Iklan koran – Iklan internet – Jual beli melalui internet.
2. Strategi khusus
Produk perikanan dapat dibedakan yaitu produk benih ikan dan produk ikan konsumsi. Berikut ini diuraikan strategi khusus masing – masing produk perikanan tersebut.
Strategi Pemasaran Benih Ikan, yaitu:
Pemeliharaan induk yang baik dan sehat
Keberhasilan produksi benih ikan kualitas terletak pada pemeliharaan induk yang sehat. Hal ini juga diperlukan untuk meningkatkan stok induk ikan dengan dengan pengisian berkala sehingga memperkecil kemungkinan perkawinan sedarah. Perlu juga melibatkan peneliti dari universitas, para ahli dan departemen perikanan untuk memeriksa unit produksi agar efek negatif berkurang.
Jaringan Peternak Kecil Tanpa infrastruktur dan sumber daya dasar, sebagian besar peternak kecil akan tergantung pada penetasan yang lebih besar. Oleh karena itu perlu membangun jaringan pemasaran di wilayah tertentu. Unit kerja kecil dengan biaya rendah- sangat disarankan. Strategi ini akan membantu kualitas produksi dan pemasaran benih ikan.
Unit Perawatan
Di pusat-pusat produksi benih ikan, kolam pembibitan memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas Kunci keberhasilannya adalah pembuatan unit produksi berdasarkan pengetahuan ilmiah. Unit yang dibangun harus disesuaikan dengan total jumlah benih ikan diproduksi. Jika peternak kecil tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk mengelola satu set unit pembibitan, benih dapat ditetaskan dipeternakan besar terdekat yang memiliki tempat penetasan. Koordinasi yang baik antara pemerintah dan peternak mutlak diperlukan untuk mempermudah proses ini.
Pengembangan unit tambahan
Beberapa perlengkapan pendukung seperti bahan kemasan (kantong polythene), silinder oksigen, peternakan & peralatan penetasan dan lain-lain pada waktu diperlukan.
Pembentukan kelompok pemasaran terlatih
Sistem pengepakan benih yang tidak Ilmiah (sembarangan) dan penanganan benih ikan ceroboh sering mengakibatkan kematian yang tinggi dalam transportasi dan penjualan. Oleh karena itu pelatihan penjualan ikan yang diselenggarakan oleh para ahli perlu diikuti agar penjualan tidak mengakibatkan kematian benih itu sendiri.
Fasilitas Transportasi
Gunakan transportasi yang efisien dan aman agar benih ikan tidak mendapat cedera selama transportasi. Banyak petani banyak menggunakan metode tradisional dalam mengangkut benih ikan sehingga tingkat kematian ikan di perjalanan sangat tinggi oleh karena petani perlu mencari informasi yang ilmiah dari lembaga penelitian, universitas dan departemen perikanan.
Bekerjasama dengan lembaga keuangan
Sangat dianjurkan untuk bekerjasama dengan lembaga keuangan untuk mendapatkan modal. Jika petani kesulitan mengakses lembaga keuangan formal, jaringan petani dapat dimanfaatkan untuk membentuk koperasi.
Pelatihan dan jaringan ekstensi
Program pelatihan yang ekstensif diperlukan untuk mendidik para petani untuk menerapkan prosedur ilmiah dan benar dalam produksi dan pemasaran benih ikan. Ini juga akan memerlukan korelasi antara produsen biji benih dan petani, strategi pemasaran yang efektif dan adopsi praktek-praktek budaya ilmiah. Persilangan bibit dapat bekerja sama dengan para ilmuwan, lembaga penelitian,dan lain-lain.
b. Strategi Pemasaran Ikan Konsumsi
Pilih rantai pemasaran yang paling dekat dengan konsumen
Akhir Jalur penjualan ikan yang lazim dilalui adalah pengepul, pedagang besar, pengecer dan konsumen. Rantai ini sebenarnya terlalu panjang sehingga petani mendapatkan pertambahan nilai yang sangat kecil (bahkan paling kecil diantara pihak lain). Oleh karena itu untuk meningkatkan keuntungan, petani sebaiknya memilih rantai distribusi yang terpendek.
Buatlah jaringan petani ikan
Jaringan ini sangat berguna baik untuk mendapatkan informasi pada saat pembesaran ikan, penentuan harga jual yang sepandan, bahkan bekerjasama menciptakan rantai distribusi yang paling pendek. Jika jaringan petani bekerja dengan baik, maka kelompok tani dapat langsung bekerjasama dengan restoran atau supermarket /swalayan sehingga rantai distribusi sangat pendek. Jaringan juga dapat diperluas dengan mengikuti program- program yang diselenggarakan oleh Departemen Perikanan, Departemen Perdagangan, kelompok masyarakat sipil (Universitas/LSM).
Pengiriman ikan Pada fase ini tingkat kematian sangat tinggi.
Berkonsultasi pada pihak yang berkompeten seperti para peneliti dari universitas, departemen perikanan.
Pertahankan harga Jika sedang panen raya, usahakan menjual produk ikan olahan (bakso ikan, abon, dan sebagainya) untuk mempertahankan harga jual ikan dan meningkatkan keuntungan peternakan ikan.
https://akuakultur.ump.ac.id/wp-content/uploads/2022/06/download-3.jpg194259akuakulturhttp://akuakultur.ump.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/Akuakultur1-300x138.pngakuakultur2022-06-24 08:21:002025-03-05 06:44:28Strategi Pemasaran Produk Perikanan