PRODI AKUAKULTUR UMP MENDAPATKAN HIBAH DARI KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM AKUAKULTUR BERBASIS KEARIFAN LOKAL YANG TERINTEGRASI DAN RAMAH LINGKUNGAN

Oleh Suwarsito, S.Pi., M.Si (Kaprodi Akuakultur)
Program Studi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Purwokerto memperoleh hibah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia berupa 12 unit kolam bundar berdiameter 3 meter dan tinggi 1,2 meter yang dilengkapi dengan sistem aerasi dan bangunan green house. Tujuan pemberian hibah tersebut agar Universitas Muhammadiyah Purwokerto berperan dalam pengembangan teknologi budidaya ikan sistem bioflok guna berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan produksi ikan budidaya nasional. Kolam-kolam bioflok terletak di area yang luasnya kurang lebih 2 hektar yaitu di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian dan Perikanan Desa Karangsari, Kecamatan Kembaran, Banyumas

Selanjutnya, kolam budidaya dari hibah Kementerian Kelautan dan Perikanan dikembangkan untuk kegiatan pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kewirausahaan bagi mahasiswa. Kegiatan pengajaran berupa praktikum beberapa mata kuliah di Program Studi Akuakultur. Kegiatan penelitian dilakukan oleh dosen bersama dengan mahasiswa dengan berbagai topik penelitian terbarukan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui kegiatan pelatihan budidaya ikan untuk masyarakat umum. Kegiatan yang tidak kalah menariknya adalah kewirausahaan dilakukan oleh mahasiswa untuk melatih berwirausaha dalam bidang budidaya ikan dibawah bimbingan dosen Program Studi Akuakultur. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori tentang analisis kelayakan usaha tetapi juga mulai mempraktikkannya meski dengan skala budidaya yang kecil.

Segala aktivitas yang dilakukan di kolam budidaya ikan tersebut diarahkan untuk mengembangkan sistem akuakultur berbasis kearifan lokal yang terintegrasi dan ramah lingkungan. Beberapa kegiatan penelitian berbasis kearifan lokal yang ramah lingkungan telah dilakukan di kolam tersebut antara lain adalah:
- Kegiatan penelitian dengan memanfaatkan buah mengkudu yang telah difermentasi yang ditebar secara rutin dalam media budodaya ikan telah dilakukan oleh mahasiswa. Hasilnya, kualitas air media budidaya ikan menjadi lebih baik dilihat dari kandungan ammonia dan nitrat dalam media bdidaya ikan yang kadarnya rendah. Pertumbuhan dan kelulushidupan ikan meningkat.
- Penelitian penggunaan ekstrak bawang merah dan kunyit untuk meningkatkan imunostimulan ikan lele telah dilakukan oleh dosen program Studi Akuakultur.
- Penelitian penggunaan daun pepaya sebagai pakan tambahan dalam budidaya ikan lele sistem biofloc telah dapat menghemat pemakaian pakan buatan dan meningkatkan efisiensi pakan.
- Penelitian penggunaan gedebog pisang dilakukan untuk meningkatkan kelulushidupan benih ikan lele. Kandungan air dalam gedebog pisang dapat berfungsi sebagai anti bakteri, memperbaiki kualitas air, tempat berlindung benih ikan dan sebagai sumber pakan tambahan benih ikan.
- Penerapan hasil pembuatan pakan ikan berbahan baku lokal di kolam budidaya sistem biofloc.

Rencana pengembangan ke depan, kolam-kolam budidaya ikan akan dikembangkan terintegrasi dengan sistem panel surya. Sistem panel surya yang dibangun ditujukan untuk mensuplai aliran listrik yang digunakan untuk menggerakkan sistem aerator dan pengatur kestabilan suhu dalam kolam, serta sistem auto feeder otomatis (sistem pemberian pakan secara otomatis). Selain itu, Program Studi Akuakultur juga akan mengembangkan budidaya ikan sistem green water di area Kebun Percobaan Fakultas. Pada tahap selanjutnya, Program Studi Akuakultur akan mengembangkan sistem budidaya ikan yang terintegrasi dengan sistem artificial intelligence sehingga kualitas air, pertumbuhan dan kesehatan ikan dapat terpantau dengan baik sehingga keberhasilan budidaya ikan menjadi lebih tinggi.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!