Oleh Suwarsito, S.Pi., M.Si (Kaprodi Akuakultur UMP)

Menurut laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), angka konsumsi ikan nasional tahun 2020 sebesar 56,39 kg/kapita. Angka ini naik 3,47% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 54,5 kg/kapita. Selama 10 tahun terakhir, angka konsumsi ikan nasional cenderung meningkat. Pada 2012, angka konsumsi ikan nasional hanya sebesar 32,25 kg/kapita. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi produk perikanan selama pandemi Covid-19. Terlebih lagi, ikan mengandung imunostimulan yang merupakan senyawa yang dapat menstimulus sistem imun di dalam tubuh. Selain itu, beliau mengatakan bahwa peningkatan konsumsi ikan ditujukan untuk mencegah stunting sekaligus menjaga daya saing bangsa di masa depan. Adapun KKP menargetkan tingkat konsumsi ikan sebesar 62,05 kg/kapita pada 2024 mendatang.

Permasalahan yang sering menjadi kendala dalam meningkatkan konsumsi ikan nasional adalah masyarakat kebanyakan masih belum familiar terhadap produk olahan ikan. Selama ini, produk olahan ikan kurang bervariasi dan belum banyak disosialisasikan kepada masyarakat luas. Kendala lain yang sering menjadi permasalahan masyarakat adalah duri ikan yang banyak terdapat pada tubuh ikan. Keberadaan duri ikan tersebut sering menjadi penyebab kurang nyaman mengkonsumsi ikan dan kadang-kadang menyebabkan kasus duri yang nyangkut pada tenggorokan sehingga harus mendapatkan tindakan medis yang tidak sederhana.

Pelatihan membuat variasi produk olahan lele

Oleh karena itu, Program Studi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Purwokerto turut berperan membantu program pemerintah Indonesia untuk meningkatkan angka konsumsi ikan nasional. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Program Studi Akuakultur adalah mengembangkan variasi produk olahan ikan bekerja sama dengan mahasiswa melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) di Desa Limpakuwus, Kecamatang Sumbang, Kabupaten Banyumas. Sasaran kegiatan KKN PPM adalah kelompok Wanita Tani Mugi Rahayu Desa Limpakuwus.

Penyerahan peralatan pembuatan variasi produk olahan ikan lele

Kegiatan KKN PPM difokuskan untuk mengembangkan pembuatan dan pengemasan variasi produk ikan lele. Mahasiswa beserta Dosen Pembimbing Lapangan Program Studi Akuakultur melakukan pelatihan dan praktik pembuatan variasi produk olahan ikan lele menjadi abon, nuget, kerupuk, crispy kulit ikan, dan bakso. Kegiatan lain yang dilakukan oleh mahasiswa dan DPL adalah pelatihan pengemasan produk olahan ikan. Materi pelatihan meliputi pengenalan jenis-jenis kemasan produk, pembuatan design kemasan, dan tekonologi produk olahan ikan lele menggunakan vaccum packing. Mahasiswa dan DPL  juga menyerahkan bantuan peralatan untuk pembuatan dan pengemasan variasi produk olahan ikan lele.

Hasil pembuatan variasi produk olahan ikan lele

Untuk mensosialisasikan hasil kegiatan pengembangan inovasi produk ikan lele, dilakukan melalui kegiatan lomba memasak variasi olahan ikan lele. Kegiatan lomba tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan expo/pameran produk-produk olahan ikan lele. Lomba memasak variasi olahan ikan lele diikuti oleh 8 kelompok. Peserta lomba menyajikan berbagai variasi olahan ikan lele, yaitu abon, kerupuk, bakso, crispy kulit ikan, dan nugget ikan lele. Dari hasil kegiatan lomba memasak telah ditetapkan pemenang lomba, yaitu juara 1 dimenangkan oleh kelompok RW 6 (ketua Bu Saidem), juara 2 dimenangkan oleh kelompok RW 2 (ketua Bu Sri Wahyuni), dan juara 3 dimenangkan oleh kelompok RW 5 (ketua Bu Nuroto). Hasil kegiatan lomba menunjukkan bahwa anggota kelompok wanita tani di Desa Limpakuwus telah mampu membuat variasi produk olahan ikan lele secara mandiri.