PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ANGGOTA KWT SRIKANDI DESA KEBANGGAN KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS DENGAN KEGIATAN BUDIDAYA IKAN DALAM EMBER

Kegiatan iptek bagi masyarakat merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan dan mentransfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat secara luas. Kegaitan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada Bulan Mei tahun 2025 kepada Kelompok Wanita Tani Srikandi Desa Kebanggan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota dari KWT Srikandi yang berjumlah 30 orang. Pada pelatihan ini dijelaskan dan dipraktekkan tentang kegiatan budidaya ikan yang mudah untuk diterapkan oleh ibu ibu yaitu budidaya ikan dalam ember atau budikdamber.

Teknologi budikdamber sangat mudah diterapkan pada masyarakat karena aplikasi dan perawatan nya yang mudah. Ibu ibu anggota KWT Srikandi pun dapat dengan mudah melakukan hal tersebut. Kegiatan ini selain bertujuan untuk memberikan ilmu kepada masyarakat, kegiatan ini diharapkan akan memberikan dampak positif dan edukasi pada masyarakat tentang proses budidaya. Terlebih lagi kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan inspirasi bagi masyarakat untuk berkegiatan dan melakukan budidaya skala rumah tangga.

Kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi budidaya ikan dalam ember oleh M Azharul Rijal, S.Pi, M. Si, Dewi Susylowati, S.Pi, M.Si sebagai Dosen Program Studi Akuakultur FPP UMP. Selanjutnya dilakukan praktek langsung yang didampingi oleh tim dosen berserta dengan Inung Rahmawati, S.Pi yang merupakan tenaga kependidikan di Program Studi Akukultur. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar. Kami berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif pada masyarakat secara luas terutama anggota KWT Srikandi. Kedepan kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan kepada masyarakat secara luas agar berdampak bagi masyarakat.

Ipteks bagi Masyarakat (IbM) : Kolaborasi Dosen Akuakultur, Agribisinis dan Agroteknologi FPP UMP Sukses Menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan dan Keterampilan PD NA Banyumas Pengolahan Hasil Budidaya Ikan

Sabtu (18/5) 2024, kolaborasi dosen Akuakultur, Agribisnis, dan Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Perikanan UMP sukses menyelenggarakan kegiatan Ipteks bagi Masyarakat (IbM). Acara tersebut bertemakan “Pelatihan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan PD NA Banyumas tentang Pengolahan Hasil Budidaya melalui Diversifikasi Olahan Ikan Lele.”

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat atau kelompok, khususnya anggota PD NA Banyumas, dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah hasil budidaya ikan lele. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk mengurangi angka stunting di masyarakat Banyumas melalui penyediaan produk ikan lele yang bernutrisi tinggi.

Dalam pelatihan ini, para peserta dibekali dengan berbagai teknik pengolahan ikan lele menjadi produk-produk olahan yang bernilai tambah, seperti abon, nugget dan bakso ikan lele. Diharapkan, dengan adanya diversifikasi olahan ini, masyarakat dapat lebih kreatif dan produktif dalam memanfaatkan hasil budidaya ikan lele, sekaligus meningkatkan ekonomi lokal.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari Gerakan Gemar Makan Ikan (GEMARIKAN). GEMARIKAN merupakan gerakan yang mengarah pada perubahan perilaku masyarakat terhadap pola makan yang lebih variatif dan seimbang, dengan mengonsumsi lebih banyak ikan sebagai sumber protein yang sehat dan bergizi.

HILIRISASI BUDIDAYA SISTIM BIOFLOK DI MADRASAH ALIYAH MIFTAHUSSALAM BANYUMAS OLEH DOSEN PROGRAM STUDI AKUAKULTUR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

Selama ini masalah utama dalam budidaya adalah adanya infeksi penyakit serta menurunnya kualitas air budidaya. Akibatnya pembudidaya merugi dan hal ini bisa menurunkan semangat dalam melakukan budidaya. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian menggunakan sistim bioflok dan penambahan suplemen  dilakukan dan kemudian hasil riset dilanjutkan dengan kegiatan Pengabdian (IbM).

Sistim bioflok untuk budidaya ikan sudah cukup lama dikenal, namun belum semua pembudidaya mempraktekkannya. Untuk menyebarluaskan sistem atau teknologi bioflok dalam budidaya ikan maka riset terus dilakukan. Hasil riset selanjutnya digunakan untuk pengabdian sebagai kegiatan hilirisasi hasil riset baik di sekolah (IbS) maupun di masyarakat (IbM). Kegiatan IbS telah dilakukan di Madrasah Aliyah (MA) Miftahussalam Banyumas sebagai kegiatas ekstrakurikuler. Kegiatan ini mendapatkan sambutan yang antusias dari Kepala MA Miftahusalam, yaitu Bapak Drs. Nur Abdullah dan pengasuh kegiatan lapangan Ibu Dini S.Pi. Kegiatan IbS diawali dengan sosialisasi kepada siswa, dilanjutkan dengan praktek pembuatan kolam bundar dan pemeliharaan ikan.

Pada kegiatan praktek, siswa-siswi kelas 11 membuat kolam bundar secara bersama-sama yang didampingi oleh dosen Akuakultur UMP yaitu Sdr. M. Ahzarul Rijal S.Pi., M.Si dan Purnomo S.Pi., M.Si dari UPTD Purbalingga. Sekam disebar pada lantai secara merata dengan menyesuaikan ukuran diameter kolam

Para siswa antusias mempersiapkan sekam untuk dasar kolam bioflok

Setelah sekam selesai disebar pada lantai, kemudian kerangka kolam bulat dibawa untuk ditempatkan diatas sekam (Gambar 4). Setelah terpasang diatas sekam, terpal dirapikan supaya tidak longgar atau terlalu ketat supaya kuat dalam menampung volume air. Pemasangan terpal yang tepat menunjukkan terpal tepat bersandar secara kuat pada masing-masing kawat kerangka. Setelah kolam bulat terpasang dengan baik diatas sekam, kemudian pralon penyaring dan pembuangan air dipasang. Selanjutnya ditambahkan perlengkapan untuk sandaran plastik aerasi dan lainya, kemudian dicoba dengan pengisian air untuk mengetahui adanya kebocoran atau tidak. Kolam bulat yang sudah siap beserta kelengkapanya siap digunakan yang diawali dengan pengisian air.

Pengisian air pada kolam bioflok berbarengan dengan persiapan untuk media bioflok seperti probiotik EM4, molase dan aerasi yang sudah siap. Setelah preparasi selesai, aerasi dihidupkan secara maksimal, kemudian dibiarkan 7-10 hari sambil diamati pembentukan floknya. Setelah terbentuk flok dan warna air menunjukkan pembentukan media flok yang optimal, selanjutnya dilakukan penebaran benih ikan.

Hasil pengamatan menunjukkan, pada hari ke-9 flok sudah terbentuk namun belum optimal. Oleh karena itu penebaran benih gurami tidak dilakukan pada hari ke-9 namun diundur. Setelah media air bioflok optimal baru kemudian dilakukan penebaran benih dengan ukuran 6-8 cm dan diberi pakan pellet ukuran LP1. Selama pemeliharaan benih gurami, siswa memberi pakan 2x dalam sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Siswa juga mengukur pertumbuhan ikan dengan cara menimbang berat dan mengukur pertambahan panjang serta mengamati tingkah laku, respon terhadap pakan dan gerakannya. Hilirisasi IbS ini didanai oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto melalui LPPM.

Penebaran benih gurami pada kolam bioflok

Kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Edible Landscaping untuk Kemandirian Ketahanan Pangan Bagi Kader Nasyiatul ‘Aisyiyah Banyumas Hasil Kolaborasi Dosen Prodi Akuakultur dengan Dosen UMP Lainnya.

Pengabdian masyarakat yang diketuai oleh dosen Akuakultur, Dewi Susylowati, S.Pi., M.Si dan beranggotakan dosen Agroteknologi, Dr. Oetami Hajoedwiningtijas; dosen Agribisnis Pujiati Utami, S.P., M.P,, Dr. Pujiharto, S.P., M.P, Siti Zulaehah, S.Si., M.Eng dari Fakultas Teknik, dan Retno Sulistyowati, S.Pd, STr.Ak, M.Kes bekerja sama dengan PD NA Banyumas. Kegiatan diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan rutin triwulan PD NA Banyumas yang dihadiri oleh Pengurus-Pengurus Cabang NA dan Ranting Se-Banyumas. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Prodi Akuakultur, Defi Sefianingsih yaitu sebagai upaya untuk melatih kepekaan sosial dan lebih terlibat ke dalam kegiatan-kegiatan community engagement.

Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan ini disambut dengan baik oleh pengurus PD NA Banyumas. Penyiapan generasi unggul untuk pembangunan manusia Indonesia berawal dari keluarga muda. Disinilah peran Nasyiatul ‘Aisyiyah yang memang ladang garap dakwahnya adalah para muslimah muda yaitu mengedukasi peer group dengan edible landcaping sehingga dapat melakukan tindakan preventif permasalahan gizi di Indonesia. Antusiasme peserta yang berjumlah lebih dari 70 orang terlihat dari keaktifan berdiskusi dan tanya jawab dengan pemateri dari dosen-dosen UMP.

Edible landscaping merupakan perencanaan lanskap dengan memingkatkan nilai keindahan (estetik) sekaligus memperkuat ketahanan pangan serta  fungsi ekologi, sosial dan ekonomi lainnya. Edible landscaping memanfaatkan lahan yang terbatas secara efektif dan efisien. Kebutuhan pangan keluarga dan lingkungan perumahan sangat berhubungan dengan status gizi baik itu dari sumber nabati maupun hewani utamanya ikan.

Sebagai upaya agar apa yang telah disosialisasikan tidak hanya sekedar menambah informasi dan pengetahuan serta tidak berhenti dalam kegiatan diskusi, tim Pengabdian Masyarakat melakukan tindak lanjut kegiatan dengan melombakan setiap Pengurus Cabang membuat edible landscaping dari bibit yang telah dibagikan untuk setiap yang hadir sosialisasi. Tiga terbaik dari hasil perlombaan akan mendapatkan hadiah uang pembinaan dan menjadi pilot project pengembangan edible landscaping yang dapat membantu ekonomi keluarga dengan program-program selanjutnya seperti pengolahan hasil dan pemasaran produk skla rumah tangga.

Program Studi (Prodi) Akuakultur UMP Bekerjasama dengan Pokdakan Sarekat Berkah Mandiri Desa Silodo Sumbang Banyumas Mengembangkan Pembenihan Ikan Gurami Sistem Air Hijau (SAH)

Pada hari Sabtu, 11 Februari 2023, Prodi Akuakultur UMP telah melaksanakan kegiatan Ilmu Pengetahuan bagi Masyarakat (IbM) bekerjasama dengan Pokdakan Sarekat Berkah Mandiri desa Silado kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas  dalam pengembangan Pemijahan Ikan Gurami (Osphronemus gourami lac) sistem air hijau atau Green Water System (GWS). Tim pelaksana kegiatan IbM tersebut dipimpin oleh  Dr. Ade Rusman, S.Pt., M.M. (dosen prodi Akuakultur Fakultas Pertanian dan Perikana UMP) dan dibantu oleh Purnomo M.Si.(penyuluh dinas perikanan kabupaten Purbalingga).

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dialami mitra yaitu kegagalan dalam pembenihan ikan karena hasil pemijahan ikan yang memiliki kualitas rendah, dan penanganan kualitas air. Salah satu solusi untuk meminimalisir kegagalan usaha pembenihan ikan gurami adalah dengan menggunakan sistem air hijau atau  green water system (GWS) dalam kegiatan budidaya, green water system merupakan metode budidaya ikan dengan teknologi air hijau yang dalam tekniknya dilakukan penambahan fitoplankton ke sistem budidaya guna menjaga kestabilan kualitas air. Penerapan Green Water System (GWS) dalam kegiatan budidaya dapat menjaga kestabilan kualitas air, sehingga kondisi air pada kolam baik dan proses budidaya ikan berjalan baik.

Kegiatan IbM ini adalah bentuk pengabdian pada masyarakat dosen UMP yang merupakan salah satu darma dari Catur Darma perguruan tinggi (pengajaran, penelitian, pengabdian dan dakwah). Sumber dana kegiatan tersebut bersumber dana internal UMP melalui Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) UMP.

Kegiatan IbM ini  bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Pokdakan Sarekat Berkah Mandiri dalam usaha pembenihan ikan gurami menggunakan teknologi sistem air hijau melalui berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan, yaitu: pemilihan indukan gurami yang baik, manajemen kualitas air, manajemen pakan, manajemen kesehatan ikan, pemijahan ikan gurami, kewirausahaan, pemasaran.

Ketua Pokdakan Sarekat Berkah Mandiri Bapak Teguh mengucapkan banyak terimakasih kepada Tim IbM Prodi Akuakultur UMP yang telah membantu melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan serta pemberian bantuan kolam dan induk ikan gurami. Harapannya, semoga kegiatan ini dapat berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota pokdakan. Kegiatan IbM ini juga melihatkan mahasisw sebagai bentuk implementasi pembelajaran di Prodi Akuakultur UMP. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini ada 4 orang yaitu: Mafulia Anggi Rista, Febiana Lentarini dan Adhia Rafif Mua’afa. Kegiatan ini banyak memberikan manfaat pada mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi dan pengalamannya melalui praktek langsung di lapangan.

Dosen Akuakultur dan Beberapa Dosen di UMP Membuat Inovasi Sambal Nusantara Berbahan Dasar Ikan

Dosen Akuakultur, Dewi Susylowati dan Dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) lainnya tergabung dalam Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Riset-Mu 2022 mengadakan kegiatan pelatihan inovasi sambal nusantara berbahan dasar ikan.   Tim tersebut diketuai oleh Itsna Nurrahma Mildaeni, M.A. dari Fakultas Psikologi dan anggotan lainnya adalah Eko Muharudin, S.S., M.Pd. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMP dan Alfalisyado, S.E.Sy., M.E.,  dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMP.  Ketua Tim Pengmas Riset-Mu, Itsna Nurrahma Mildaeni, S. E. I., M. A., mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendayagunakan perempuan untuk melakukan wirausaha kuliner berbasis olahan ikan laut

Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Aula Kelurahan Cilacap, Cilacap Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh kader Aisyiyah dan kader PKK setempat. Riset yang bertajuk Pemberdayaan Kader Aisyiyah dan Kader PKK Kelurahan Cilacap untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Nelayan dengan Inovasi Produk Sambal Nusantara Berbahan Dasar Ikan itu dilakukan oleh tim dosen UMP. .  “Kegiatan ini kami lakukan mengingat daerah Cilacap Selatan merupakan sentra perikanan” katanya saat ditemui di Purwokerto, Senin (6/3/2023).   Dijelaskan tujuan produk riset diantaranya meningkatkan motivasi kewirausahaan , memberikan ketrampilan untuk memproduksi makanan olahan berbahan dasar ikan, dan memberi pengetahuan tentang pengemasan serta pemasaran produk olahan ikan. 

“Proses Riset ini terdiri dari dua tahap pelatihan yang dilanjutkan pendampingan.Tahap pertama, pelatihan produksi sambal nusantara dan tahap kedua, motivasi kewirausahaan berbasis sumber daya alam,” ungkapnya.  Pihak Kelurahan Cilacap Selatan berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan motivasi berwirausaha untuk mendongkrak pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Program Studi Akuakultur UMP Membantu Pokdakan Mina Bangkit Desa Bukateja Kabupaten Purbalingga dalam Mengembangkan Pembenihan Ikan Gurami Menggunakan Teknologi Bioflok

Program Studi Akuakultur UMP berhasil memperoleh hibah  Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun anggaran 2022 untuk mengembangkan pembenihan ikan gurami menggunakan teknologi bioflok di Desa Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Tim pelaksana kegiatan PkM Program Studi Akuakultur UMP dipimpin oleh Suwarsito, S.Pi.,M.Si dan dibantu oleh dua dosen Prodi Akuakultur, yaitu Dr. Dini Siswani Mulia, S.Pi.,M.Si dan Hindayati Mustafidah, S.Si.,M.Kom.

Tim Pengabdian, Mahasiswa dan Mitra

Kegiatan PkM ini merupakan bentuk deseminasi hasil penelitian ketua pelaksana yang diterapkan kepada masyarakat. Mitra kegiatan PkM Program Studi Akuakultur UMP adalah kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Mina Bangkit yang berlokasi di Desa Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Kegiatan PkM ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Pokdakan Mina Bangkit dalam usaha pembenihan ikan gurami menggunakan teknologi bioflok melalui berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan, yaitu pemijahan induk ikan gurami, pembenihan ikan gurami sistem bioflok, manajemen kesehatan ikan, manajemen kualitas air, budidaya pakan alami Spirullina, peningkatan imunitas benih ikan gurami berbahan baku herbal, kewirausahaan dan pemasaran usaha berbasis Web.

Ketua Pokdakan Mina Bangkit, Bapak Iskandar mengucapkan banyak terima kasih kepada Tim Prodi Akuakultur UMP yang telah membantu kelompoknya melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan serta pemberian bantuan sarana pembenihan ikan gurami.  Harapannya, semoga kegiatan yang dilakukan oleh Tim Prodi Akuakultur UMP dapat meningkatkan keberhasilan pembenihan ikan gurami di Desa Bukateja serta dapat meningkatkan pendapatan Pokdakan Mina Bangkit.

Kegiatan PkM ini juga melibatkan mahasiswa sebagai bentuk implementasi pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Prodi Akuakultur UMP. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 4 orang, yaitu Tresia Dwi Putri Nesmita, Darma Atmaja, Shindid Nabil Arif, dan Defi Sefianingsih. Tentunya kegiatan ini dapat memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensinya melalui praktik langsung di lapangan. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh keuntungan berupa konversi sejumlah SKS mata kuliah di Program Studi Akuakultur UMP. Video kegiatan PkM selengkapnya dapat dilihat pada channel Youtube berikut: https://youtu.be/h-w99_2Z1ck

Prodi Akuakultur Memberikan Penyuluhan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) di Panti Asuhan Al Maaun, Wangon-Banyumas

Panti Asuhan Muhammadiyah Wangon adalah panti asuhan yang diresmikan pada tanggal 17 Maret 2013 oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah wangon. Pendirian Panti Asuhan Muahammadiyah Wangon adalah salah satu betuk pengamalan ajaran agama Islam yang tercantum pada surat Al-Maa’un dan juga pengamalan da’wah KH. Ahmad Dahlan yang menyatakan pentingnya untuk memperhatikan dan menyantuni anak yatim, piatu, yatim piatu, fakir miskin dan anak-anak terlantar. Panti Asuhan Muahammadiyah Wangon memiliki tujuan yaitu “Terangkatnya derajat kehidupan anak-anak yatim, piatu, yatim piatu dan terlantar sehingga menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, mandiri dan mampu menjadi manusia yang hidup secara wajar dalam masyarakat”. Tujuan tersebut dicapai melalui program-program pelayanan yang diberikan di Panti Asuhan Muahammadiyah Wangon yaitu pelayanan rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pelayanan sosial, perlindungan sosial dan pendidikan (Almaauunpcmwangon.or.id, 2018).

Program pelayanan pendidikan di Panti Asuhan Muhammadiyah Wangon salah satunya adalah memberikan bimbingan keterampilan kerja (pertukangan, elektro, menjahit, boga, kecantikan dan komputer) untuk mencapai tujuan mandiri dan mampu menjadi manusia yang hidup secara wajar dalam masyarakat. Melihat program bimbingan keterampilan kerja, belum ada bimbingan keterampilan yang dapat membuat anak-anak asuh Panti Asuhan Muahammadiyah Wangon melakukan usaha dari segi pangan, khususnya budidaya ikan. Pengetahuan dan keterampilan cara budidaya ikan penting diajarkan untuk menumbuhkan jiwa usaha dan kemandirian anak-anak asuh tersebut. Selain itu, budidaya ikan juga dapat menjadi kompetensi yang dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga yang berasal dari protein ikan. Kompetensi ini juga dapat mendukung program pemerintah untuk meningkatkan tingkat konsumsi ikan nasional.

Upaya untuk meningkatkan konsumsi ikan perlu didukung dengan cara memberikan pelatihan tentang Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) kepada masyarakat melalui anak asuh Panti Asuhan Muahammadiyah Wangon, sehingga masyarakat mampu untuk memelihara ikan untuk konsumsi pribadi bahkan sampai menjadi media usaha. Dosen program studi Akuakultur FPP UMP yaitu Ikhsan Pratama, S.Pi., M.Pi dan Muhammad Azharul Rijal, S.Pi., M.Si bersama denga mahasiswa Akuakultur yaitu Sukma Haryogi dan Adhia Rafif Mu’afa melakukan penyuluhan kepada anak-anak di panti asuhan. Penerapan CBIB berperan penting untuk memenuhi jaminan keamanan pangan produk hasil perikanan. Kesadaran dalam menerapkan CBIB masih sangat rendah dikarenakan pelaku budidaya belum memiliki pengetahuan, enggan/malas repot dan juga belum memiliki keuntungan yang tinggi. Dengan penyuluhan ini, diharapkan anak panti asuhan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran untuk menerapkan CBIB dalam budidaya ikan.

Pengembangan Inovasi Produk Olahan Ikan: Komitmen Akuakultur UMP Merealisasikan Program KKP dalam Peningkatan Konsumsi Ikan 2024