Prodi Akuakultur Memberikan Penyuluhan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) di Panti Asuhan Al Maaun, Wangon-Banyumas
Panti Asuhan Muhammadiyah Wangon adalah panti asuhan yang diresmikan pada tanggal 17 Maret 2013 oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah wangon. Pendirian Panti Asuhan Muahammadiyah Wangon adalah salah satu betuk pengamalan ajaran agama Islam yang tercantum pada surat Al-Maa’un dan juga pengamalan da’wah KH. Ahmad Dahlan yang menyatakan pentingnya untuk memperhatikan dan menyantuni anak yatim, piatu, yatim piatu, fakir miskin dan anak-anak terlantar. Panti Asuhan Muahammadiyah Wangon memiliki tujuan yaitu “Terangkatnya derajat kehidupan anak-anak yatim, piatu, yatim piatu dan terlantar sehingga menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, mandiri dan mampu menjadi manusia yang hidup secara wajar dalam masyarakat”. Tujuan tersebut dicapai melalui program-program pelayanan yang diberikan di Panti Asuhan Muahammadiyah Wangon yaitu pelayanan rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pelayanan sosial, perlindungan sosial dan pendidikan (Almaauunpcmwangon.or.id, 2018).
Program pelayanan pendidikan di Panti Asuhan Muhammadiyah Wangon salah satunya adalah memberikan bimbingan keterampilan kerja (pertukangan, elektro, menjahit, boga, kecantikan dan komputer) untuk mencapai tujuan mandiri dan mampu menjadi manusia yang hidup secara wajar dalam masyarakat. Melihat program bimbingan keterampilan kerja, belum ada bimbingan keterampilan yang dapat membuat anak-anak asuh Panti Asuhan Muahammadiyah Wangon melakukan usaha dari segi pangan, khususnya budidaya ikan. Pengetahuan dan keterampilan cara budidaya ikan penting diajarkan untuk menumbuhkan jiwa usaha dan kemandirian anak-anak asuh tersebut. Selain itu, budidaya ikan juga dapat menjadi kompetensi yang dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga yang berasal dari protein ikan. Kompetensi ini juga dapat mendukung program pemerintah untuk meningkatkan tingkat konsumsi ikan nasional.
Upaya untuk meningkatkan konsumsi ikan perlu didukung dengan cara memberikan pelatihan tentang Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) kepada masyarakat melalui anak asuh Panti Asuhan Muahammadiyah Wangon, sehingga masyarakat mampu untuk memelihara ikan untuk konsumsi pribadi bahkan sampai menjadi media usaha. Dosen program studi Akuakultur FPP UMP yaitu Ikhsan Pratama, S.Pi., M.Pi dan Muhammad Azharul Rijal, S.Pi., M.Si bersama denga mahasiswa Akuakultur yaitu Sukma Haryogi dan Adhia Rafif Mu’afa melakukan penyuluhan kepada anak-anak di panti asuhan. Penerapan CBIB berperan penting untuk memenuhi jaminan keamanan pangan produk hasil perikanan. Kesadaran dalam menerapkan CBIB masih sangat rendah dikarenakan pelaku budidaya belum memiliki pengetahuan, enggan/malas repot dan juga belum memiliki keuntungan yang tinggi. Dengan penyuluhan ini, diharapkan anak panti asuhan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran untuk menerapkan CBIB dalam budidaya ikan.
HMPS Akuakultur UMP dan HMPS UNU Purwokerto Melakukan Kegiatan Restoking Ikan Nilem di Telaga Kumpe
Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Purwokerto melakukan kegiatan restoking ikan nilem pada Telaga Kumpe. Kegiatan ini diinisiasi dan dilakukan Bersama dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Perikanan Universitas Nahdatul Ulama Purwokerto. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kembali populasi ikan yang ada di Telaga Kumpe. Selain itu kegiatan ini juga memiliki makna akan penting nya pelestarian ikan sehingga generasi selanjutnya dapat menikmati ikan yang ada di Telaga Kumpe.
Kegiatan ini dilakukan pada 21 November 2022 pukul 09.00. Kegiatan ini diawali dengan pengenalan lingkungan Telaga Kumpe oleh Ketua MTs Pakis selaku tuan rumah dari kegiatan tersebut. Pak Isrodin, S.Pd.I selaku Ketua MTs mengatakan sangat menyambut baik kegiatan ini. Beliau menilai dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan lagi populasi ikan dan dapat menjadikan telaga menjadi salah satu destinasi wisata dan salah satu tempat konservasi ikan kedepannya. Telaga Kumpe sendiri masih terdiri dari vegetasi kan fauna yang masih alami dan belum banyak dijamah oleh manusia. Beliau merasa bangga dengan adanya kegiatan tersebut dan berharap agar kegiatan tersebut dapat dilakukan secara rutin, pungkasnya.
Sebanyak ribuan benih ikan Nilem (Osteochilus vittatus) dilepaskan di Telaga Kumpe. Pelaksanaan ini dilakukan secara serentak yang dilakukan oleh Pak Isrodin, S.Pd.I (Ketua MTs Pakis), Bu Ayu (Dosen UNU), Pak Rijal dan Pak Ikhsan (Dosen UMP), dan anak anak mahasiswa gabungan dari HMPS Akuakultur dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Perikanan.

Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Purwokerto melakukan kegiatan restoking ikan nilem pada Telaga Kumpe. Kegiatan ini diinisiasi dan dilakukan Bersama dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Perikanan Universitas Nahdatul Ulama Purwokerto. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kembali populasi ikan yang ada di Telaga Kumpe. Selain itu kegiatan ini juga memiliki makna akan penting nya pelestarian ikan sehingga generasi selanjutnya dapat menikmati ikan yang ada di Telaga Kumpe.
Kegiatan ini dilakukan pada 21 November 2022 pukul 09.00. Kegiatan ini diawali dengan pengenalan lingkungan Telaga Kumpe oleh Ketua MTs Pakis selaku tuan rumah dari kegiatan tersebut. Pak Isrodin, S.Pd.I selaku Ketua MTs mengatakan sangat menyambut baik kegiatan ini. Beliau menilai dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan lagi populasi ikan dan dapat menjadikan telaga menjadi salah satu destinasi wisata dan salah satu tempat konservasi ikan kedepannya. Telaga Kumpe sendiri masih terdiri dari vegetasi kan fauna yang masih alami dan belum banyak dijamah oleh manusia. Beliau merasa bangga dengan adanya kegiatan tersebut dan berharap agar kegiatan tersebut dapat dilakukan secara rutin, pungkasnya.
Sebanyak ribuan benih ikan Nilem (Osteochilus vittatus) dilepaskan di Telaga Kumpe. Pelaksanaan ini dilakukan secara serentak yang dilakukan oleh Pak Isrodin, S.Pd.I (Ketua MTs Pakis), Bu Ayu (Dosen UNU), Pak Rijal dan Pak Ikhsan (Dosen UMP), dan anak anak mahasiswa gabungan dari HMPS Akuakultur dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Perikanan.

MAHASISWA PRODI AKUAKULTUR FPP UMP MERAIH JUARA II LOMBA KARYA TULIS ILMIAH TINGKAT NASIONAL

Mahasiswa semester 1 prodi Akuakultur FPP UMP yaitu Febiana Lenterani dan Adhia Rafif Mu’afa berhasil mendapatkan juara II pada “FESTIVAL INOVASI & KREATIVITAS (FIESTA) MAHASISWA III Tahun 2022” cabang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun, Ternate secara daring.
Tema kegiatan ini adalah Implementasi Ekonomi Biru Untuk Kesejahteraan Masyarakat Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Era 5.0, dengan memiliki 4 cabang lomba yaitu lomba karya tulis ilmiah, lomba essay, lomba inovasi produk dan lomba videography. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia.
Program studi Akuakultur mengirimkan 5 tim untuk 2 cabang lomba. 3 tim LKTI dan 2 tim untuk essay untuk seleksi tahap pertama. 2 tim LKT dan 1 tim essay berhasil masuk tahap final untuk kemudian melakukan presentasi tulisan dihadapan dewan juri secara daring. Pada akhirnya, satu tim LKTI berhasil memperoleh juaran II yaitu Febiana Lenterani dan Adhia Rafif Mu’afa dengan judul karya tulis: Ecosystem Services Terumbu Karang bagi Masyarakat Pesisir yang di bimbing oleh dosen prodi Akuakultur Dewi Susylowati, S.Pi., M.Si.
Mahasiswa prodi Akuakultur bersaing dengan 77 peserta lainnya yang berasal dari 30 perguruan tinggi di Indonesia. Perguruan tinggi lain yang ikut bersaing dalam event FIESTA III tersebut adalah:
- Akademi Perikanan Yogyakarta
- IAIN Ambon
- Institut Pertanian Bogor
- Institut Teknologi Sumatera
- Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung
- Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang
- Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidorajo
- Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong
- Politeknik Lingga
- Politeknik Negeri Sambas
- Politeknik Pertanian Negeri Pangajene Kepulauan
- Politeknik Pertanian Negeri Pangkep
- Universitas Atma Jaya Yogyakarta
- Universitas Bangka Belitung
- Universitas Brawijaya
- Universitas Gadjah Mada
- Universitas Halu Oleo
- Universitas Jambi
- Universitas Jenderal Soedirman
- Universitas Khairun
- Universitas Kristen Artha Wacana
- Universitas Negeri Gorontalo
- Universitas Padjadjaran
- Universitas Papua
- Universitas Pattimura
- Universitas Sam Ratulangi
- Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
- Universitas Tanjungpura
- Universitas Teknologi Sumbawa
- Universitas Trunojoyo Madura

Prestasi ini merupakan langkah awal bagi mahasiswa prodi Akuakultur untuk terus dapat berkarya dan bersaing dengan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Prestasi ini juga menjadi penyemangat bagi mahasiswa prodi Akuakultur lainnya untuk dapat berkreasi yang bermanfaat bagi Indonesia
Akuakultur Feed the World
Kolaborasi Peningkatan SDM: FPP Akuakultur UMP Melakukan Kerjasama dengan FPIK Universitas Jendral Soedirman
Senin, 01 Agustus 2022 FPP Akuakultur UMP dan FPIK Unsoed menandatangani perjanjian kerjasama di FPP UMP. Kolaborasi dua universitas besar di Banyumas ini dilakukan guna meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui kegiatan-kegiatan tridarma perguruan tinggi. Adanya penandatangan kerjasama ini diharapkan dapat meingkatkan SDM yang memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam pengembangan IPTEK dalam setiap kegiatan tridarma perguruan tinggi dan pengembangan bidnag kemahasiswaan.

Pihak FPP UMP ditandatangani oleh Dekan FPP UMP yaitu Ibu Sulistyani Budiningsih, S.P., MP dan pihak Unsoed ditandangani langsung oleh Dekan FPIK yaitu Dr. Ir. H. Isdy Sulistyo, DEA. Turut hadir pula Wakil Dekan III FPIK Unsoed: Bapak Dr. Tjahjo Einanto, M.Si, Wakil Dekan FPP UMP: Anis Shofiyani, S.P, M.P, Kaprodi Akuakultur UMP: Suwarsito, S.Pi, M.Si, dan dosen-dosen baik dari S1 Akuakultur Unsoed maupun S1 Akuakultur UMP.

Penandatangan kerjasama ini tidak terbatas pada ranah akuakultur saja tetapi juga ranah keilmuan perikanan lainnya. Hal tersebut disepakati dengan disetujuinya pelaksana kerjasama dari pihak Usoed meliputi lima program studi yaitu: Program Studi S1 Manajemen Sumberdaya Perairan, Akuakultur dan Ilmu Kelautan, serta Program Studi S2 Ilmu Kelautan dan Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsoed. Program kerjasama yang akan dilakukan meliputi bidang pendidikan dan pengajaran, pemanfaatan sarana dan prasarana pengembangan riset dan teknologi, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, bidang kemahasiswaan dan bidang-bidang lainyang dipandang perlu. (Dew)

PENJUALAN PRODUKSI AKUAKULTUR TAHUN 2020 CAPAI 186 TRILIUN RUPIAH, YAKIN GA MAU MASUK AKUAKULTUR UMP LEWAT BEASISWA AKUATIK? MASIH ADA PENDAFTARAN GELOMBANG 3!

Populasi manusia meningkat 100% dalam jangka waktu 1955-1999 dan meningkat lebih dari 20% dalam satu dekade terakhir[1]. Dan akuakultur memiliki sejarah panjang secara signifikan dalam memenuhi kebutuhan protein yang tinggi sejalan dengan meningkatnya populasi manusia. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya produksi akuakultur selama satu dekade yaitu dari 68,8 juta ton pada tahun 2008 menjadi 114,5 juta ton pada tahun 2018.[2] Peningkatan hasil produksi akuakultur lebih dari 66% tersebut jauh melesat melebihi hasil produksi pertenakan dan perikanan tangkap.

Peningkatan lebih dari 60% tersebut terdiri dari 82,1 juta ton hewan akuatik (ikan, udang, lobster, dsb); 32,4 juta ton alga (rumput laut, spirulina, dsb) dan 26 ribu ton kerang hias dan mutiara. Produksi hewan akuatik akuakultur meningkat setiap tahunnya dengan rata-rata 5,1%. Dari jumlah hasil produksi tersebut estimasi hasil produksi akuakultur adalah 250 miliar USD dari 401 miliar dolar jumlah hasil produksi perikanan global (FAO, 2020). Indonesia sendiri hasil dari produksi akuakultur mencapai 15,37 juta ton pada tahun 2020 dan pada tahun 2024 KKP menargetkan menjadi 20,65 juta ton senilai 250 triliun rupiah.[3]

Peluang emas ini seharusnya tidak disia-siakan generasi muda saat ini. Peluang akuakultur dalam memenuhi pangan dunia ini membuka banyak lapangan pekerjaan di sektor swasta maupun sebagai ASN bahkan sekarang sudah banyak bermunculan start up di bidang akuakultur. Buat yang ingin menyelami dunia akuakultur lebih dalam, kamu bisa bergabung dengan akuakultur UMP. Akuakultur memfasilitasi mahasiswa dan dosen bersama-sama melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Tidak hanya ilmu dan wawasan kita yang bertambah dalam belajar di S1 Akuakultur UMP tetapi kita juga berdampak untuk masyarakat. Jiwa entreprenur mahasiswa juga akan diasah dan difasilitasi dengan terjun langsung membudidayakan ikan skala kecil dari planning hingga pemasaran.

Jadi, tunggu apa lagi?? Buruan bergabung dengan S1 Akuakultur UMP! Masih ada kesempatan di Gelombang ke-3 sampai 31 Agustus 2022! Agar lebih hemat jangan lupa pakai jalur beasiswa ya..!! Daftar langsung ke sini https://online.pmb.ump.ac.id/
[1] https://www.worldometers.info/world-population/
[2] https://data.worldbank.org/indicator/ER.FSH.AQUA.MT
[3] https://investor.id/business/267282/2024-nilai-produksi-perikanan-budidaya-capai-rp-250-triliun
GREEN WATER SYSTEM
Oleh M. Azharul Rijal (Dosen Akuakultur UMP)
Green water system merupakan teknologi air hijau untuk menjaga ke stabilan lingkungan budidaya. Kesetabilan lingkungan budidaya ini diperoleh dari mempertahankan dominansi plankton. Dominansi dari plankton ini akan menjadi kesetabilan air dengan mempertahankan kehidupan plankton dan mikroba yang menguntungkan di dalam sistem budidaya. Jenis plankton yang terdapat pada sistem ini umum nya adalah Chorella sp dan Spirulna sp.

Pemanfaatan dua jenis planton ini pada dasarnya melalui proses fotosistesis yang dilakukan oleh golongan phytoplankton tersebut. Salah satu manfaat dari penggunaan green water sistem adalah mengurangi kadar ammoniak dalam kolam budidaya. Disebutkan dalam sebuah riset, bahwa ada nya kolerasi antara fitoplankton dengan bakteri nitrifikasi pada perairan yang dapat menekan kadar ammnonik pada kolam budidaya.
Kelebihan kadar ammnoniak pada kolam budidaya dapat menyebabkan beberapa kerugian pada proses budidaya. Kerugian tersebut terdapat pada terganggunya sistem kesehatan ikan, dapat memperlambat pertumbuhan, pengurangan kekebalan tubuh terhadap infeksi pathogen dan penyakit, serta konversi yang buruk. Konversi pakan yang buruk ini dapat menyebabkan ikan gagal tumbuh dengan sempurna.

Permasalah permasalah itu dapat dikurangi dengan penggunaan sistem green water pada kolam budidaya. Penggunaan kolam green water juga digunakan oleh banyak pembudidaya ikan, salah satu contoh nya adalah Purnomo, S.Pi., M.Si. Beliau menuturkan bahwa penggunaan green water sistem ini dapat membantu para pembudidaya Gurami di wilayah Banyumas. Purnomo S.Pi., M.Si menuturkan bahwa proses pemijahan ikan Gurami mengalami sintasan hidup yang besar dapat mencapai 99%. Dari sekitar 3000 telur ikan yang berhasil memijah hanya terdapat 10 telur yang gagal menetas dan terfertilisasi. Selain meningkatkan sintasan telur Gurami, sistem green water milik Purnomo ini mampu menghasilkan pakan alami lain yaitu Moina sp. Atau kutu air. Kutu air ini sangat penting untuk proses pendederan post larva. Sebagai bahan pakan alami yang sangat dibutuhkan untuk pakan yang sesuai dengan bukaan mulut. Sistem budidaya green water ini sangat menguntungkan ramah lingkungan dan dapat menjawab tantangan untuk pencegahan permasalahan pemijahan dan pembesaran Gurami di Barlingmascakeb dan Indonesia secara luas pungkasnya.

Purnomo. S.Pi., M.Si sendiri merupakan alumi Program Studi Akuakultur Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Beliau sekarang menjadi satgas Pengkajian dan Pengembangan Tekonologi Perikanan di UPT BIAT Kutasari Purbalingga.
Ayo bergabung dengan Prodi Akuakultur FPP UMP mengembangkan budidaya perikanan yang ramah lingkungan dan bertekonologi.
PRODI AKUAKULTUR UMP MENDAPATKAN HIBAH DARI KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM AKUAKULTUR BERBASIS KEARIFAN LOKAL YANG TERINTEGRASI DAN RAMAH LINGKUNGAN

Oleh Suwarsito, S.Pi., M.Si (Kaprodi Akuakultur)
Program Studi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Purwokerto memperoleh hibah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia berupa 12 unit kolam bundar berdiameter 3 meter dan tinggi 1,2 meter yang dilengkapi dengan sistem aerasi dan bangunan green house. Tujuan pemberian hibah tersebut agar Universitas Muhammadiyah Purwokerto berperan dalam pengembangan teknologi budidaya ikan sistem bioflok guna berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan produksi ikan budidaya nasional. Kolam-kolam bioflok terletak di area yang luasnya kurang lebih 2 hektar yaitu di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian dan Perikanan Desa Karangsari, Kecamatan Kembaran, Banyumas

Selanjutnya, kolam budidaya dari hibah Kementerian Kelautan dan Perikanan dikembangkan untuk kegiatan pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kewirausahaan bagi mahasiswa. Kegiatan pengajaran berupa praktikum beberapa mata kuliah di Program Studi Akuakultur. Kegiatan penelitian dilakukan oleh dosen bersama dengan mahasiswa dengan berbagai topik penelitian terbarukan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui kegiatan pelatihan budidaya ikan untuk masyarakat umum. Kegiatan yang tidak kalah menariknya adalah kewirausahaan dilakukan oleh mahasiswa untuk melatih berwirausaha dalam bidang budidaya ikan dibawah bimbingan dosen Program Studi Akuakultur. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori tentang analisis kelayakan usaha tetapi juga mulai mempraktikkannya meski dengan skala budidaya yang kecil.

Segala aktivitas yang dilakukan di kolam budidaya ikan tersebut diarahkan untuk mengembangkan sistem akuakultur berbasis kearifan lokal yang terintegrasi dan ramah lingkungan. Beberapa kegiatan penelitian berbasis kearifan lokal yang ramah lingkungan telah dilakukan di kolam tersebut antara lain adalah:
- Kegiatan penelitian dengan memanfaatkan buah mengkudu yang telah difermentasi yang ditebar secara rutin dalam media budodaya ikan telah dilakukan oleh mahasiswa. Hasilnya, kualitas air media budidaya ikan menjadi lebih baik dilihat dari kandungan ammonia dan nitrat dalam media bdidaya ikan yang kadarnya rendah. Pertumbuhan dan kelulushidupan ikan meningkat.
- Penelitian penggunaan ekstrak bawang merah dan kunyit untuk meningkatkan imunostimulan ikan lele telah dilakukan oleh dosen program Studi Akuakultur.
- Penelitian penggunaan daun pepaya sebagai pakan tambahan dalam budidaya ikan lele sistem biofloc telah dapat menghemat pemakaian pakan buatan dan meningkatkan efisiensi pakan.
- Penelitian penggunaan gedebog pisang dilakukan untuk meningkatkan kelulushidupan benih ikan lele. Kandungan air dalam gedebog pisang dapat berfungsi sebagai anti bakteri, memperbaiki kualitas air, tempat berlindung benih ikan dan sebagai sumber pakan tambahan benih ikan.
- Penerapan hasil pembuatan pakan ikan berbahan baku lokal di kolam budidaya sistem biofloc.

Rencana pengembangan ke depan, kolam-kolam budidaya ikan akan dikembangkan terintegrasi dengan sistem panel surya. Sistem panel surya yang dibangun ditujukan untuk mensuplai aliran listrik yang digunakan untuk menggerakkan sistem aerator dan pengatur kestabilan suhu dalam kolam, serta sistem auto feeder otomatis (sistem pemberian pakan secara otomatis). Selain itu, Program Studi Akuakultur juga akan mengembangkan budidaya ikan sistem green water di area Kebun Percobaan Fakultas. Pada tahap selanjutnya, Program Studi Akuakultur akan mengembangkan sistem budidaya ikan yang terintegrasi dengan sistem artificial intelligence sehingga kualitas air, pertumbuhan dan kesehatan ikan dapat terpantau dengan baik sehingga keberhasilan budidaya ikan menjadi lebih tinggi.
KEGIATAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN PROGRAM STUDI AKUAKULTUR FPP UMP

Oleh: Dr. drh. Cahyono Purbomartono, M.Si
Tri Darma Perguruan Tinggi merupakan tugas dan fungsi yang harus dijalankan oleh para dosen di Perguruan Tinggi. Berdasar Tri Darma Pertguruan Tinggi, dosen mempunyai tugas dan fungsi untuk melakukan Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Program Studi (Prodi) Akuakultur merupakan prodi baru di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) yang secara struktural berada dibawah Fakultas Pertanian dan Perikanan. Prodi Akuakultur mulai membuka proses belajar mengajar pada tahun ajaran 2021/2022 yang dimulai pada semester I bulan September 2021. Sehingga pada saat bulan Juni 2022, prodi Akuakultur memasuki semester 2 Tahun Ajaran 2021/2022.
Sekalipun prodi Akuakultur masih berusia 1 tahun berjalan, namun proses pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian berlangsung dengan baik. Dalam hal penelitian dan Pengabdian, para dosen di prodi Akuakultur telah menghasilkan cukup banyak hasil-hasil penelitian maupun pengabdian. Hal ini bisa dilihat dari jumlah penelitian dan pengabdian yang diterima para dosen terutama yang bersumber dari dana internal UMP. Jumlah penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh para dosen prodi Akuakultur bisa dilihat pada Tabel 1 & 2.
| No | Judul & Nama Peneliti | SUMBER DANA | TAHUN | JUMLAH (Rp) |
| 1 | RESPON REPRODUKSI IKAN NILEM (Osteochilus vittatus) YANG DIBERIKAN PAKAN SUPLEMENTASI TEPUNG SPIRULINA (Spirulina platensis). M.A. Rijal | UMP | 2022 | 4.000.000 |
| 2 | The Characteristics of Fish Diversity and Age Structure in Pelus River Area Residency of Banyumas – Indonesia. M.A. Rijal | UMP | 2021 | 15.000.000 |
| 3 | SUPLEMENTASI HERBAL POLISAKARIDA DAN SPIRULINA UNTUK PERTUMBUHAN DAN IMUNITAS IKAN. Cahyono Purbomartono | UMP | 2022 | 20.000.000 |
| 4 | PERTUMBUHAN DAN RESPON IMUN NON-SPESIFIK BENIH LELE DUMBO YANG DIBERI SUPLEMEN HERBAL DAN REMPAH. Cahyono Purbomartono | UMP | 2021 | 20.000.000 |
| 5 | Strategi Pengembangan Agrowisata Berbasis Komunitas di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Suwarsito | UMP | 2022 | 10.000.000 |
| 6 | Dampak Implementasi Pembelajaran MBKM Program Studi Pendidikan terhadap Peningkatan Kompetensi Mahasiswa, Kepuasan Mitra, dan Penguatan Pembelajaran di Sekolah Mitra. Suwarsito | UMP | 2021 | 25.000.000 |
| 7 | Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Kualitas Dan Potensi Cadangan Air Tanah Di Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Suwarsito | UMP | 2021 | 8.000.000 |
| 8 | Skrining Bioassay Antibakteri Senyawa Bioaktif Limbah Kulit Pisang, Singkong, dan Nanas yang Berpotensi Sebagai Bakterisida Alami Dalam Pengendalian Bakteri Aeromonas hydrophila Penyebab Penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) pada lkan Air Tawar. Dini Siswani Mulia | UMP | 2021 | 10.000.000 |
| 9 | Identifikasi Molekuler dan Studi Gen Virulen pada Aeromonas Complex yang Diisolasi dari Lele (Clarias sp.). Dini Siswani Mulia | Dikti | 2021 | – |
| No | Judul & Nama Peneliti | Sumber dana | Tahun | Jumlah |
| 1 | Pelatihan Budidaya dalam Ember (BUDIKDAMBER) kepada Peserta Didik Madrasah Aliyah Muhammadiyah Purwokerto M.A. Rijal | UMP | 2022 | 3.000.000 |
| 2 | Pengelolaan Kesehatan Ikan Melalui Pemanfaatan Bahan Alam. Cahyono Purbomartono | UMP | 2022 | 3.000.000 |
| 3 | Aplikasi SD/MI-preneur Di SD Muhammadiyah Cipete, Cilongok, Banyumas. Cahyono Purbomartono | UMP | 2022 | 4.000.000 |
| 4 | Penerapan Teknologi Bioflok Dalam Pembenihan Ikan Patin di MA Miftahussalam. Cahyono Purbomartono | UMP | 2021 | 4.000.000 |
| 5 | Upaya Pengembangan Agribisnis Berkelanjutan di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Suwarsito | UMP | 2022 | 10.000.000 |
| 6 | Pemberdayaan Masyarakat Desa Langgar, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga Melalui Pengembangan Beternak Kambing Secara Intensif. Suwarsito | UMP | 2021 | 10.000.000 |
| 7 | Peningkatan Kemampuan Berwirausaha bagi Siswa SMA Muhammadiyah Boarding School Zam-Zam Cilongok melalui Penerapan Teknologi Budidaya Ikan Sistem Bioflok. Suwarsito | UMP | 2021 | 4.000.000 |
| 8 | IbM Sosialisasi dan Penyuluhan : Pengelolaan Kesehatan Ikan Melalui Pemanfaatan Bahan Alam. Dini Siswani Mulia | UMP | 2021 | 4.000.000 |

















